Administrator Publik sebagai Agen Perubahan Utama

Pada 29 November 2015, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mencanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental yang berfokus pada tiga nilai utama yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong. Melalui gerakan tersebut, warga negara Indonesia harus mulai menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk.

Dalam perspektif etika administrasi publik, penyandang profesi pegawai negeri sipil (PNS) atau administrator publik harus menjunjung tinggi etika. Hal ini penting karena PNS atau administrator publik menjadi cerminan karakter, nilai, budaya bangsa Indonesia.

Program studi Ilmu Administrasi Publik (prodi IAP) menyiapkan setiap mahasiswanya menjadi individu yang menjunjung tinggi etika administrasi publik. Tak hanya melalui mata kuliah, tetapi juga melalui internalisasi nilai-nilai yang mendukung gerakan nasional revolusi mental.

Nilai-nilai tersebut terjabarkan dalam Spiritualitas dan Nilai Dasar Universitas Katolik Parahyangan (Sindu) yang terdiri atas nilai keterbukaan, sikap transformatif, kejujuran, keberpihakan, dan mengutamakan kaum papa, subsidiaritas dan nirlaba.

Pembelajaran di prodi IAP diutamakan untuk pemahaman permasalahan-permasalahan publik yang terjadi di Indonesia. Permasalahan-permasalahan publik tersebut, yaitu kebijakan publik, organisasi dan manajemen publik dan keuangan publik, serta manajemen pembangunan.

Setelah memahami permasalahan-permasalahan publik, mahasiswa berlatih mencari jawaban dengan mempelajari teori-teori yang didapatkan tak hanya dari dosen, tetapi juga dari berbagai best practices oleh organisasi-organisasi publik di Indonesia, buku-buku teks dan berbagai sumber referensi yang tersedia lengkap di perpustakaan UNPAR.

Mahasiswa administrasi publik juga dibekali pengalaman bekerja dengan masyarakat melalui mata kuliah Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan di semester ke-7. Selama 30 hari, mahasiswa prodi IAP tinggal di desa-desa di Provinsi Jawa Barat. Di sana mereka mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan, mencari solusi berdasarkan pengetahuan dari perkuliahan, serta merancang proyek pembangunan untuk mengatasi permasalahan.

Mahasiswa prodi IAP mengembangkan kemampuan analitis yang baik karena menciptakan solusi permasalahan di masyarakat sebagai hasil proses berpikir logis dan riset. Dua ketrampilan utama tersebut didapatkan dari setiap mata kuliah yang ada di prodi IAP.

Sebagai hasil mata kuliah, mahasiswa membuat proyek dengan menggunakan ICT. Usulan program yaitu membuat aplikasi berbasis IT untuk lowongan informasi pekerjaan memenangkan lomba ekspo dan esai dalam rangka DIES FISIP UNPAR ke-54 sebagai juara kedua dan mendapatkan hadiah uang sebesar 1,5 juta.

Sebagai bagian dari civitas akademika UNPAR yang berorientasi menjadi world class university, mahasiswa-mahasiswa prodi IAP memiliki kesempatan untuk mengikuti program-program yang bersifat ‘internationalisation at home’ melalui program community immersion yang dilaksanakan sejak 22 November – 7 Desember 2014.

Dalam program ini, mahasiswa prodi IAP menjadi student body mahasiswa Notre Dame University Australia. Selama 3 minggu mereka belajar bersama, memahami permasalahan masyarakat soal keadilan global, dan melakukan program pengabdian masyarakat.

Melalui pembelajaran-pembelajaran tersebut, lulusan prodi IAP UNPAR diharapkan menjadi kandidat kuat sebagai ‘agent of change’ dan mesin penggerak utama gerakan nasional revolusi mental di Indonesia.

Sumber : Artikel “Administrator Publik sebagai Agen Perubahan Utama” pada surat kabar KOMPAS – GRIYA ILMU Edisi 29 Desember 2015.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jan 4, 2016

X