ACUCA Management Conference 2015: Implementasi Pendidikan Nilai di Tengah Masyarakat Asia yang Multikultur

The Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA) Management Conference 2015 memfokuskan pada implementasi pendidikan nilai-nilai Kristiani di tengah masyarakat yang plural dan multikultur. Hal ini sejalan dengan The 2014 Biennial Conference yang memfokuskan perhatiannya pada pendidikan nilai-nilai yang memiliki peran penting untuk pendidikan yang sukses di abad 21, dengan karakter, spiritual, moral, dan dimensi etika.

ACUCA Management Conference digelar pada tanggal 22-24 Oktober 2015 di Sekolah Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan dan Hotel Savoy Homann Bidakara dengan tema “Dialogue with the Cultures: Implementing Values Education in the Multicultural Asia”. Acara ini dihadiri 94 peserta dari 60 Perguruan Tinggi Kristen yang berasal dari Hongkong, India, Jepang, Korea, Filipina, Taiwan, Thailand dan Indonesia. Peserta observers berasal dari APTIK, perguruan tinggi anggota APTIK dan sejumlah perguruan tinggi Kristen di Indonesia.

ACUCA diresmikan pada 6-9 Desember 1967 dalam konferensi di Manila. Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) saat ini bertugas untuk menjalankan kegiatan kesekretariatan ACUCA. Rektor UNPAR secara Ex Officio saat ini menjabat sebagai Presiden ACUCA untuk periode 2014-2016.

Konferensi dibuka oleh dua keynotes speaker. Prof. Francis-Vincent Anthony SDB, STD (Salesian Pontifical University) dan Prof. Dr. Bambang Sugiharto (Universitas Katolik Parahyangan) di tunjuk sebagai keynote speaker.

Menurut Prof. Francis-Vincent Anthony SDB, STD, penerapan pendidikan nilai membutuhkan perhatian khusus pada formasi atau kualifikasi pendidiknya. Mengutip dari bukunya yang berjudul “Religion and Conflict Attribution”, beliau menyatakan bahwa pendidik perlu untuk mendorong anak didiknya aktif bersikap dan berpendapat dalam sebuah forum; membentuk komunitas kolaboratif di lingkungan akademis; memberikan contoh yang baik dan membantu anak didiknya agar sejalan dengan etika yang ada; terlibat dalam wacana argumentatif dengan anak didik; terlibat dengan anak didik dalam komunikasi antarbudaya; terlibat dalam dialog tentang perbedaan dan kesamaan antara kelompok agama; dan menunjukkan kesadaran kritis pada anak didik terhadap semua bentuk ketimpangan sosial yang ada.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan tiga tema yang berbeda. Tema pertama “Dialogue with Local Cultures” dengan presenter Dra. Novita Dewi M.S., M.A. (Hons) (Universitas Katolik Parahyangan). Tema kedua adalah “Dialogue with Other Religions” dengan presenter Rev. Esther Wakeman, Ph.D. (Payap University). Tema ketiga adalah “Dialogue with Urban Societies” dengan presenter Dr. Ruth M. Grubel (Kwansei Gakuin University). Partisipan juga mendapat kesempatan untuk menyaksikan pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo dan melakukan perjalanan mengenang sejarah Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung 60 tahun yang lalu.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Nov 2, 2015

X