SEED Unpar 2016 Resmi Dibuka

Pasar bebas Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mensyaratkan pentingnya kewirausahaan sosial sebagai salah satu sarana menuju kemajuan ekonomi kawasan. Social Enterprise for Economic Development (SEED) adalah program lintas budaya hasil kolaborasi dengan Asean Learning Network (ALN) yang memberikan kesempatan secara terstruktur bagi mahasiswa di seluruh dunia untuk bersatu, berinteraksi, dan melaksanakan penelitian langsung (on-site) sebagai dasar untuk mengembangkan business plan yang tepat.

Selasa (19/7), Kegiatan SEED 2016 yang akan berlangsung selama kurang lebih 14 hari bertempat di Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, secara resmi dibuka.

Mangadar Situmorang, Ph.D., Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) turut hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa bahasan mengenai regionalisme dirasa perlu untuk dipahami secara lebih mendalam karena subyek tersebut memberikan banyak peluang terkait dengan social enterprise—yang tidak hanya berbicara tentang pemasukan dan keuntungan, tetapi juga memiliki kaitan yang erat dengan budaya dan komunitas lokal.

Kali pertama diselenggarakan, kegiatan tersebut diikuti oleh 20 orang mahasiswa—baik yang sedang menempuh jenjang S-1 dan S-2 dari Universiti Malaysia Kelantan (Malaysia); Prince of Songkla University (Thailand); Thaksin University (Thailand); dan Unpar sebagai tuan rumah SEED 2016. Tidak hanya mahasiswa, beberapa dosen juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai observer dan peserta.

Acara pembukaan ini terbagi menjadi beberapa sesi, di antaranya pemaparan mengenai social enterpreneur oleh Catharina Badra Nawangpalupi, Ph.D., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpar. Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan lokasi SEED, penjelasan metodologi kegiatan serta pengumuman dan pembagian kelompok bagi para partisipan.

“Harapan untuk ke depannya, ini akan jauh lebih berkembang, scope-nya bisa diperluas sehingga impact-nya bisa lebih besar buat masyarakat kita. Kalo selama ini cuma mendapat masukan dari orang lokal, mungkin dari Malaysia, dari Thailand, punya sudut pandang yang berbeda”, ungkap Fernando, SE., M.Kom, Ketua Pelaksana SEED 2016 selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fakultas Ekonomi Unpar, yang ditemui Tim Publikasi Unpar di sela pembukaan SEED 2016 .

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jul 20, 2016

X