Chemical Product Design Competition (CPDC) merupakan lomba perancangan produk kimia yang menjadi bagian dari kegiatan tahunan Jurusan Teknik Kimia Universitas Indonesia, yaitu Petrogas Days. CPDC yang diselenggarakan tahun ini merupakan yang keempat kalinya dan telah mencapai tingkat ASEAN. Acara Petrogas Days 2012 sendiri terselenggara pada tanggal 16-17 Maret 2012, terdiri atas beberapa acara utama seperti Workshop Classes dengan berbagai tema ( Implementation of Lean Six Sigma, HSE Consideration in Drilling Operation, Troubleshooting in Electrical Submersible Pump, dan Under Water Pipe Gas Installation), Grand Final CPDC, seminar mengenai minyak dan gas, serta ditutup oleh Topical Gala Dinner yang diselenggarakan di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta.
CPDC sendiri merupakan kompetisi yang diadakan dalam rangka meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk berbasis kimia untuk menyelesaikan permasalahan nasional dan global. CPDC pada tahun ini mengangkat tema Empowering Local Natural Resources by creating innovative chemical products yaitu merancang produk inovatif dengan nilai jual tinggi dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal, termasuk keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Acara CPDC dimulai dengan serangkaian kegiatan roadshow yang diadakan oleh panitia ke sejumlah universitas di seluruh Indonesia, termasuk UNPAR.
Roadshow di UNPAR diselenggarakan pada tanggal 25 Oktober 2011 dengan tujuan untuk memperkenalkan kompetisi CPDC ini dan mengundang seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi pada kompetisi tersebut. Selain itu, juga ditekankan bahwa CPDC ini tidak hanya diperuntukan bagi mahasiswa teknik kimia saja, tetapi juga untuk mahasiswa dari jurusan lain seperti teknik bioproses, teknik industri, teknik mesin, ilmu kimia, biologi, farmasi, teknologi pangan, dll.
CPDC terdiri atas beberapa tahap kompetisi. Pada tahap pertama dipilih 35 abstrak terbaik dari 73 tim yang berpartisipasi untuk mengikuti tahap selanjutnya. Pada lomba ini, tim UNPAR mengirimkan 4 wakilnya yang masing-masing memiliki gagasan mengenai produk kimia berbahan baku sumber daya alam Indonesia. Keempat tim yang dikirimkan UNPAR berhasil lolos tahap pertama ini. Tahap kedua merupakan tahap pengumpulan laporan lengkap sesuai format yang diberikan panitia mengenai produk yang akan didesain peserta. Pada tahap kedua ini dipilih 7 tim dengan nilai laporan tertinggi yang akan masuk ke babak grand final,dan UNPAR (1 tim) termasuk salah satu didalamnya.
Ketujuh grand finalist terpilih dikarantina selama kurang lebih 3 hari untuk mengikuti serangkaian acara pada Petrogas Days 2012, termasuk Grand Final CPDC pada tanggal 16 Maret 2012. Masing-masing tim diberikan waktu presentasi dalam bahasa inggris sekitar 20 menit untuk menjelaskan produk mereka pada dewan juri dan selanjutnya diadakan sesi tanya jawab dengan dewan juri. Dewan juri pada CPDC tahun ini antara lain Audist Subekti (PT 3M Indonesia), F. G. Winarno (PT Mbrio Biotekindo), Ivad Arifian (PT Unilever Indonesia Tbk.), dan Wisnu Dharmawan (Western Union). Selain mempresentasikan hasil perancangan produknya, masing-masing tim juga diberi kesempatan untuk melakukan pameran produknya pada stand-stand yang disediakan panitia.
Tim UNPAR yang terdiri atas Christine Saputra, Henny Sunjaya, dan Shierin berhasil menjadi salah satu grand finalist dengan produk Food Thickener Berbahan Baku Pati Hanjeli ( Coix lacryma-Jobi,L.) dan berhasil meraih Juara 3. Untuk menghadapi lomba ini, tim UNPAR telah mempersiapkan display produk mereka, membuat desain brosur dan banner untuk ditampilkan pada presentasi dan pameran.
Produk yang diusung merupakan produk pengental makanan yang diberi nama Thicklicious yang dibuat dengan memanfaatkan tanaman lokal Indonesia yang melimpah namun belum termanfaatkan secara maksimal, yaitu tanaman hanjeli. Tanaman ini memiliki kandungan pati yang cukup tinggi dan diharapkan dapat menjadi sumber pati menggantikan tanaman gandum yang tidak dapat tumbuh dengan optimal di Indonesia yang beriklim tropis. Salah satu hal yang melatarbelakangi dipilihnya produk ini adalah karena volume impor food thickener yang semakin meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia dan permintaan pasar yang besar akan produk pengental makanan, mengingat banyak sekali jenis makanan yang memerlukan tambahan aditif berupa pengental, seperti yoghurt, es krim, saus, sup krim, dll.





