Sudah sepatutnya, rasa bela negara selalu dipupuk di kalangan masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi, termasuk di kalangan mahasiswa. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bela Negara, berafiliasi secara khusus dengan anggota TNI-POLRI untuk menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Semi-Militer, khususnya bagi mahasiswa Unpar.
Di bawah pembinaan Dodik Bela Negara Cikole, sepuluh mahasiswa Unpar bersama UKM Bela Negara dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI), mengikuti serangkaian Pendidikan dan Pelatihan Semi-Militer pada 19 Desember 2015 dan berakhir pada tanggal 10 Januari 2016 lalu.
Perjuangan yang telah dilalui tidak sia-sia. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali melantik anggota Bela Negara Unpar melalui Upacara Pelantikan Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon 3 Angkatan ke-45 pada hari Selasa (12/1) lalu.
Pelaksanaan Upacara tersebut menandakan bahwa Unpar telah resmi mencetak sepuluh kader Menwa yang akan difungsikan sebagai komponen cadangan negara yang akan turut membantu menjaga pertahanan dan keamanan di Tanah Air.
“Awalnya saya pikir ini hanya belajar menembak dan ngga berat. Ternyata di hari pertama saja, kami harus belajar cepat, rapi, dan akurat; termasuk perlengkapan senjata yang harus ditaruh dengan arah yang sama. Kami benar-benar dilatih untuk menjadi orang yang disiplin dan taktis.” jelas Wirawan Putra Soebandy, mahasiswa aktif Program Studi Teknik Kimia Unpar Angkatan 2014.
Wirawan, begitu dia akrab disapa, mengaku bahwa pelatihan yang telah dilalui merupakan sebuah perjuangan yang telah mengubah pola pikir dan membentuk dirinya menjadi orang yang menghargai hidup.
Tidak hanya Wirawan yang mendapat pelajaran berharga. Melalui Pendidikan dan Pelatihan Semi-Militer kali ini, Unpar pun telah mencetak empat mahasiswi tangguh sebagai anggota Menwa Unpar.
“Saya ingin lebih disiplin dan punya fisik yang lebih kuat.” jelas Gita Gayatri Padmasari, salah satu anggota perempuan Menwa Unpar yang mengaku tertantang dengan pelatihan long march di sepanjang Nagreg-Cilacap-Teluk Penyu. Menurut dirinya, long march yang dibagi ke dalam tiga jalur meliputi jalur jalan raya, jalur kereta api, dan jalur rawa-sungai memiliki tingkat stres yang berbeda.
Bapak Mangadar Situmorang, Ph.D, selaku Rektor Unpar mengatakan bahwa seluruh anggota Menwa telah menunjukkan dirinya sebagai warga negara sekaligus mahasiswa yang bertanggungjawab, disiplin, berjiwa sosial, dan beriman.





