Para siswa/i yang tengah duduk di bangku 3 SMA nampaknya mulai mempersiapkan diri untuk memasuki jenjang perguruan tinggi. Antusiasme ini ditunjukkan dari Hasil Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur PMDK yang telah menerima 1.353 peserta didik sebagai mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Tahun Ajaran 2016/2017.
Sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia, Unpar tidak sekadar mempersiapkan proses penerimaan mahasiswa baru. Kini, masing-masing program studi rupanya mulai mempersiapkan ‘bekal’ agar para peserta didik siap menempuh status baru sebagai mahasiswa.
‘Bekal’ tersebut disampaikan melalui diskusi dan sharing yang diadakan oleh Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP Unpar) pada hari Selasa (24/11) di Operation Room Gedung Rektorat Unpar. Diskusi yang diadakan pada pukul 12.00 WIB tersebut mengangkat tema “Pembelajaran yang Inspiratif dan Inovatif”.
Ibu Triyana Iskandarsyah, Dra., M.Si., selaku narasumber mengaku bahwa Program Studi Manajemen memiliki satu mata kuliah wajib yang ditujukan bagi mahasiswa semester pertama yaitu Kepemimpinan Dasar. Ibu Triyana didampingi oleh Tim Kepemimpinan Dasar menjelaskan bahwa mata kuliah tersebut adalah bekal utama agar mahasiswa dapat menjadi pemimpin yang berkarakter, minimal untuk memimpin dirinya sendiri.
Menurut beliau, menjadi seorang pemimpin tidak dilihat dari titel atau posisi tetapi dari aksi dan menjadi contoh. Konsep kepemimpinan ‘knowing, doing, and being’ akan berpedoman pada buku yang ditulis oleh Sean Covey yaitu 7 Habits for Highly Effective Teens.
Dalam satu semester, setiap mahasiswa akan mengikuti proses belajar-mengajar yang dilakukan di dalam maupun di luar lingkungan kampus dengan metode Student-centered Learning dan Refleksi Pedagodi. Adapun ‘bekal’ bagi mahasiswa baru tersebut akan dibagi kedalam tiga bentuk aktivitas yang dinamis.
Pertama, setiap minggu mahasiswa akan mendapat tugas untuk menulis dan merefleksikan apa yang telah di dapat dari buku 7 Habits for Highly Effective Teens. Dari pelajaran-pelajaran tersebut, setiap mahasiswa diharapkan dapat menjabarkan misi pribadi ‘ingin diingat sebagai sosok seperti apa’ dan siapa pemimpin yang selama ini menjadi inspirasi mereka. Tugas ini akan disimpan di dalam Leadership Folder yang dibuat secara kreatif oleh masing-masing mahasiswa.
Kedua, setiap mahasiswa akan mengikuti Leadership Camp selama empat hari dan tiga malam. Menurut Bapak Bambang W., selaku konseptor program dari Lembaga Pengembangan Humaniora (LPH Unpar) mengatakan bahwa proses ini bukan sekadar teori tetapi ada proses pengendapan dan refleksi pengalaman yang melibatkan emosi anak-anak. Berdasarkan hasil dari Leadership Camp Report 2015, banyak mahasiswa mengatakan bahwa mereka telah belajar untuk mandiri, belajar peduli terhadap sesama dan alam, mengenali diri sendiri, dan belajar berani keluar dari zona nyaman.
Ketiga, mahasiswa akan belajar untuk memperluas lingkaran pengaruh melalui Leadership Project yang dituang melalui video clip, poster, maupun social project. Salah satu proyek inovasi sosial yang dihasilkan yaitu HOMPIMPAUD ‘Home and Hope for PAUD’ . Brand yang diinisiasi oleh para mahasiswa tersebut tidak serta-merta melakukan bakti sosial tetapi, ada proses ‘mendengar dan mengerti’ kebutuhan dari anak-anak usia dini sehingga proyek yang ditawarkan oleh setiap mahasiswa sesuai dengan kebutuhan target. Dari proyek inovasi sosial tersebut maka, setiap mahasiswa dapat mengaplikasikan materi kepemimpian, design thinking, dan emphaty map sebagai jalan untuk menemukan solusi kreatif dari setiap masalah yang ditemukan.
Melalui mata kuliah Kepemimpinan Dasar ini diharapkan setiap anak-anak yang baru memasuki jenjang perguruan tinggi akan siap menjadi mahasiswa dan mengikuti proses belajar dengan baik di kampus Unpar.





