Misa Requiem Prof. Dr. Arief Sidharta, S.H

Dua hari pasca berita wafatnya Bapak Prof. Dr. Arief Sidharta, S.H, diselenggarakan Misa Requiem dan penghormatan terakhir pada hari Kamis (26/11). Misa yang diselenggarakan pada pukul 07.30 WIB di Lobby Rektorat Unpar dihadiri oleh pihak keluarga, Yayasan dan Pimpinan Unpar, keluarga mahasiswa beserta alumni dari Fakultas Hukum (FH Unpar).

Bapak Arief Sidharta, demikian nama almarhum dikenal, lahir 77 tahun silam di Garut, 8 Oktober 1938. Dedikasi di bidang hukum beliau tunjukkan sejak FH Unpar berdiri. Pada tahun 1958, Bapak Arief Sidharta menjadi mahasiswa angkatan pertama sekaligus tenaga administrasi di FH Unpar. Setelah berhasil menyelesaikan studi pada tahun 1964, beliau kembali menuntut ilmu hingga menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran pada tahun 1996.

Di lingkungan Unpar, khususnya di Fakultas Hukum, beliau pernah mengemban jabatan sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik (1966-1980), Dekan (1995-1997), dan Kepala Lembaga Penelitian Unpar (1999-2001). Semasa hidup, Bapak Arief Sidharta juga dikenal sebagai seorang Guru Besar sejati yang tidak pernah berhenti untuk belajar, berbagi ilmu, dan mendorong teman-teman sejawat untuk menjadi orang-orang yang berkualitas dan bermoral tinggi.

“…beliau benar-benar seorang guru yang passion-nya adalah menyebarkan ilmu.  Setelah menulis suatu karya ilmiah (makalah, buku, terjemahan), Pak Arief  selalu mengkopi beberapa eksemplar dan berkeliling kepada para dosen lain termasuk para dosen muda untuk menawarkan dan membagikannya.” ujar Bapak Budi Prastowo yang juga merupakan seorang dosen di FH Unpar.

Lingkup aktivitas Bapak Arief Sidharta rupanya tidak hanya di lingkungan Unpar. Beliau juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (1971-1981), Direktur Keuangan dan Personalia pada Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung (1983), Pengurus Perkumpulan Perhimpunan Rumah Sakit Santo Borromeus, Ketua Asosiasi Filsafat Hukum Pertama di Indonesia (2012), dan menjadi saksi ahli dari KPK dalam praperadilan Budi Gunawan.

Dengan segala pengalaman dan ilmu tinggi yang dimiliki, Bapak Arief tetap menjadi pribadi yang bersahaja dan rendah hati. Di mata mahasiswa, Bapak Arief Sidharta adalah sosok teladan yang percaya bahwa perjuangan adalah kunci dari kesuksesan.

“…Pak Arief adalah salah satu contoh yang tidak hanya mengucapkan tetapi juga mengaplikasikan sesanti Unpar ‘Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti’. Dari Pak Arief, kami belajar untuk setia dalam perkara-perkara kecil untuk dapat menghasilkan karya besar.” tutur Unggul Fajar Andrean, selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum (HMPSIH) Periode 2015/2016.

“…Unpar menyatakan diri sebagai universitas yang humanum, memberikan perhatian dan membela kebenaran, mengutamakan kaum tersisih, menekankan kebenaran dan kebaikan; maka, itu semua ada pada Prof. Dr. B. Arief Sidharta” demikian Bapak Mangadar Situmorang, Ph.D., selaku Rektor Unpar, menutup kata sambutan.

Kini, Bapak Arief Sidharta telah tiada tetapi, beliau tetap berbicara pada kita melalui setiap kebaikan, keteladanan, karya, dan pemikiran yang beliau tinggalkan bagi kita.

“Selamat jalan sang mahaguru dan teladan kami,
Izinkan kami untuk melanjutkan perjuangan Bapak.”

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Nov 27, 2015

X