Program Studi Magister Ilmu Sosial (PS MIS) merupakan salah satu dari program studi di Sekolah Pascasarjana, Universitas Katolik Parahyangan. Berdiri dan beroperasi sejak tahun 2000, saat ini PS MIS memiliki Akreditasi B dari BAN PT, yang berlaku sampai 2020.
PS MIS menyelenggarakan proses pembelajaran yang memfokuskan pada integrasi pengetahuan dan kompetensi lintas disiplin pada rumpun Ilmu Sosial. PS MIS memiliki kurikulum yang akan mencetak lulusan sebagai seorang social engineer. Seorang social engineer yang memiliki integritas, kualitas, profesionalisme, dedikasi, dan kompetensi tinggi dalam menghasilkan penelitian, analisis, serta solusi bagi isu sosial kemasyarakatan. Isu sosial kemasyarakatan di Indonesia, baik dalam lingkup lokal, nasional, ataupun regional, membutuhkan kajian yang saksama dari sudut pandang beberapa disiplin, seperti Studi Pembangunan, Kebijakan, Gender, Ilmu Ekonomi, Hubungan Internasional, Budaya, Hukum, Kajian Wilayah, Sejarah, Ilmu Politik, ataupun Psikologi Sosial.
“Joint Degree”
Para lulusan PS MIS akan memiliki kompetensi untuk mempu menjadi seorang social engineer yang unggul dengan jiwa kepemimpinan transformatif dengan landasan karakter yang integral. Terdapat pula program joint degree MIS UNPAR dan MBA Jiangsu University. Program ini dimulai pada tahun 2013, dan merupakan kerjasama dengan Jiangsu University. Peserta yang lulus dari program ini akan mendapatkan 2 (dua) gelar, yaitu M.Si (UNPAR) dan MBA (Jiangsu University). Program ini akan berlangsung selama 4 semester, yaitu semester 1 di UNPAR, semester 2 dan 3 di Jiangsu University, dan semester 4 kembali ke Kampus UNPAR, untuk menyelesaikan tesisnya.
Aktifitas
Pendidikan di PS MIS tidak hanya diisi dengan kegiatan perkuliahan dan diskusi, tetapi juga meliputi kegiatan kuliah tamu, pengabdian kepada masyarakat, dan juga penelitian. Sementara itu, kuliah tamu, pengabdian, dan peneilitian disusun pada saat perkuliahan berlangsung. Aktifitas kuliah tamu diselenggarakan dengan narasumber yang mumpuni, seperti duta besar Indonesia di negara-negara Asia dan Afrika, Jusuf Kalla, pelaku bisnis, dan akademisi dari universitas ternama.
Pengabdian masyarakat diselenggarakan setahun sekali. Pada tahun 2013-2014 kegiatan difokuskan pada pemberdayaan calon TKI untuk ke Taiwan dan Timur Tengah.
Sementara itu, kegiatan penelitian merupakan aktifitas penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa PS MIS. Beberapa penelitian terdahulu, seperti peran TKI dalam perekenomian nasional, analisis kebijakan kredit usaha pembibitan sapi (KUPS). Pelaksanaan penelitian ini baik dalam skema pembiayaan LPPM UNPAR, maupun skema hibah bersaing DIKTI.
Seminar Nasional dan Kunjungan Lapangan
Kegiatan lain yang tidak kalah pentingnya adalah penyelenggaraan seminar nasional. Tema seminar nasional ini pada umumnya menyangkut topik kebijakan dan administrasi publik, bisnis, dan hubungan internasional. Seminar nasional ini diselenggarakan setahun sekali dengan mengundang narasumber yang dikenal secara nasional, ataupun internasional. Selain itu, seminar diisi dengan paparan hasil penelitian mahasiswa PS MIS. Tema seminar nasional yang terakhir adalah Poros Maritim Dunia: Jembatan Emas Asia Afrika, yang terselenggara berkat kerja sama dengan Museum Asia Afrika dalam rangka peringatan 60 Tahun KAA di Bandung pada April 2015.
Sementara itu, kegiatan kunjungan lapangan merupakan program pengayaan (enrichment program) yang diselenggarakan untuk mengetahui dan pempelajari aspek praktis dari teori yang telah diperoleh di ruang kelas.
Kerjasama dan Kemitraan
Sebagai kontribusi untuk kepentingan nasional, PS MIS juga menerima mahasiswa dari negara-negara tetangga di kawasan Asia dan Afrika. Para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa pemerintah Indonesia melalui DIKTI dengan Program KNB, menyelesaikan studi magister, baik pada konsentrasi kebijakan dan administrasi publik, bisnis, ataupun hubungan internasional.
Pada tahun 2015, PS MIS bekerja sama dengan BNPB untuk menyelenggarakan program magister dengan konsentrasi Pemulihan dan Pemberdayaan dari Bencana. PS MIS memiliki semangat untuk menjalin kerjasama dan kemitraan secara efektif dan berdampak luas. Secara aktif kegiatan telah dilakukan, diantaranya dengan Yayasan Wadah Titian Harapan Bangsa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Museum KAA Bandung, Vietnam National University Hochiminh City, dan Jiangsu University.
Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 22 September 2015), “PS MIS Unpar, Membangun Pusat Unggulan Pembelajaran Ilmu Sosial”





