Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) mengadakan acara Silaturahim dan Halal Bi Halal pada 12 Syawal 1436 Hijriyah (28/07) di Aula Fakultas Ekonomi, Gedung 9 Lantai 8. Selain komunitas akademis UNPAR, turut diundang juga pensiunan UNPAR, mitra, serta pihak-pihak yang selama ini menjalin kerjasama dengan UNPAR. Pihak-pihak tersebut diantaranya adalah media massa, kepolisian, dan sekolah. Pemberi tausiyah pada acara Halal Bi Halal kali ini adalah Prof. Bambang Suryoatmono, Ph.D. dan dibuka serta diakhiri oleh penampilan vocal group Nasyid Hawari.
Acara Halal Bi Halal ini sangat sesuai dengan Spiritualitas Universitas Katolik Parahyangan. Seluruh komunitas akademik UNPAR berkomitmen untuk menghayati hidup dalam keragaman dan bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan hidup dengan bersumber pada semangat Cinta Kasih dalam Kebenaran. Acara yang rutin digelar setiap Hari Raya Idul Fitri di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan ini juga merupakan perwujudan untuk menumbuh-kembangkan sikap solider dan persaudaran dalam komunitas akademik UNPAR.
Di dalam sambutannya, Mangadar Situmorang, Ph.D. (Rektor Universitas Katolik Parahyangan) mengatakan bahwa Idul Fitri bukan hanya peristiwa sosial dan budaya saja, melainkan juga peristiwa spiritual atau iman. Pemahaman tersebut seharusnya yang selalu dihayati. Idul Fitri, menurut beliau, juga merupakan waktu untuk bersyukur, terutama karena selama sebulan telah berusaha mengembalikan superioritas iman dan ketaqwaan kita. Tak lupa diakhir sambutannya beliau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada komunitas akademis UNPAR dan tamu undangan yang hadir.
Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Umum Pengurus Yayasan Pastur Hendra Kimawan, OSC., L.Th. Di dalam sambutannya beliau menyampaikan sebuah sms ucapan permohonan maaf dalam rangka Idul Fitri yang ia terima, “Yang singkat itu waktu, yang dekat itu mati, yang besar itu nafsu, yang berat itu amarah, yang sulit itu ikhlas, yang mudah itu berbuat dosa, tetapi yang indah itu jika kita mau dan bisa saling memaafkan.” Menurutnya, manusia tidak luput dari kesalahan, oleh karena itu baik bila saling memaafkan lahir batin ini tidak hanya setahun sekali tetapi setiap saat.
Prof. Bambang Suryoatmono, Ph.D. di dalam tausiyahnya menyampaikan enam dari sekian banyak hikmah ramadhan. Enam hikmah ramadhan itu adalah sabar, ikhlas, syukur, sederhana, jujur, dan pemaaf. Selain tausiyah, diadakan juga dinamika kelompok yang membahas hikmah ramadhan. Ada empat hikmah ramadhan lain yang dibahas dalam dinamika kelompok ini, yaitu zakat, toleran, bersih, dan bijak. Dari sepuluh kata itu, masing-masing kelompok diminta saling berbagi pengalaman kemudian merumuskannya menjadi sebuah kata mutiara.





