Tiga Srikandi Kebanggaan UNPAR Bunyikan Angklung di Puncak Kilimanjaro

Sama seperti saat mencapai Puncak Elbrus Rusia, tiga srikandi kebanggaan Universitas Katolik Parahyangan membunyikan angklung di Puncak Kilimanjaro Tanzania pada hari Minggu (25/5) pukul 07:30 waktu setempat. Tiga perempuan yang tergabung dalam WISSEMU (Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR) ini dijadwalkan akan pulang ke Indonesia pada hari Kamis (28/5).

WISSEMU memulai pendakian pada pukul 00:25 waktu setempat dan turun dari puncak pada pukul 08:00. Tim mendaki melalui jalur Machame yang melewati empat camp yaitu Machame Camp, Shira Camp, Barranco Valley, Barafu Hut. Pendakian melalui jalur Machame juga mewajibkan mereka melewati The Great Barranco Wall, tanjakan menantang dengan kenaikan mencapai 257 m. Berdasarkan keterangan dari Alfons Yoshio melalui forumhijau.com, mereka hanya tiga puluh menit di puncak tertinggi Benua Afrika dikarenakan kondisi puncak berkabut.

Gunung yang menjadi bagian dari Taman Nasional Tanzania ini adalah gunung api memiliki tiga puncak yaitu Kibo, Mawenzi, dan Shira dengan Kibo sebagai puncak tertingginya. Gunung Kilimanjaro memiliki keunikan tersendiri karena memiliki lima zona iklim yang berbeda yaitu Bushland (tropis), Rain Forest (tropis), Heath (semi-alpine), Alpine Desert (iklim gurun), dan artic (salju) karena perbedaan iklim ini maka walaupun berada di daerah iklim tropis namun terdapat ice cap di puncaknya.

Rektor UNPAR Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D. yang sebelumnya secara resmi melepas WISSEMU bersama Istri Gubernur Jawa Barat ini menyampaikan rasa bangga dan syukurnya.

“Proficiat. Salam untuk ketiga Srikandi Mahitala. Saya sangat bangga kalian bertiga berhasil menapakkan kaki dan menancapkan bendera Mahitala, bendera Unpar, dan Sang Merah Putih di Puncak Elbrus dan Puncak Kilimanjaro,” kata beliau kepada Mahitala.

Nadine Gabrielle selaku Ketua Dewan Pengurus XXVII Mahitala mengungkapkan keberhasilan pendakian ke puncak ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar Mahitala.

“Mohon doanya selalu agar tim bisa kembali dengan selamat ke Indonesia tanpa kurang apapun,” tambah Nadine.

Tim yang terdiri dari tiga mahasiswi aktif UNPAR, Fransiska Dmitri Inkiriwang (21), Mathilda Dwi Lestari (21), dan Dian Indah Carolina (19) telah tercatat mencapai tiga puncak tertinggi di tiga benua. Sebelumnya mereka mencapai Puncak Elbrus di Rusia (15/5) dan Puncak Carstensz Pyramid di Indonesia (13/8). Masih ada empat puncak lagi yang akan mereka taklukkan hingga bulan Juni 2016 mendatang.

Sumber: http://forumhijau.com/pendaki-wanita-mahitala-capai-puncak-kilimanjaro/

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

May 28, 2015

X