Cincin Sang Dosen

Masih hangat dalam suasana Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati pada awal bulan ini, Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) meluncurkan sebuah buku berjudul “Cincin Sang Dosen: Berakar dalam Panggilan, Berkobar dalam Pelayanan” pada tanggal 8 Mei 2015 di Ruang Mgr. Geise Lecture Theatre (Ruang audio Visual FISIP). Buku tersebut merupakan kumpulan kisah-kisah inspiratif yang ditulis oleh 26 dosen Universitas Katolik Parahyangan dalam menjawab panggilannya sebagai pendidik. Rm. Agustinus Mintara, SJ. menjadi editor buku yang diterbitkan oleh Penerbit Kanisius ini. Seluruh royalti dari penjualan buku ini akan didonasikan untuk membantu membayar SPP/biaya pendidikan anak-anak “miskin” yang bersekolah di SD Kanisius di “pelosok” Daerah Istimewa Yogyakarta.

Buku ini merupakan hasil refleksi dari workshop “Sang Guru Sang Peziarah” yang diselenggarakan oleh PIP. Judul workshop tersebut sama dengan judul buku yang pernah ditulis oleh Romo A. Mintara, SJ sebelumnya. Kepala PIP, Agus Sukmana dalam laporannya menceritakan proses pembuatan buku ini mulai dari awal hingga pada akhirnya terbit. Ada cerita peristiwa yang disambut decak kagum, dan tak jarang behind the scene pembuatan buku ini disambut dengan gelak tawa para tamu yang hadir. Salah satu cerita yang memancing tawa tamu undangan adalah mengenai artikel Petaka Senyuman, yang dalam proses penyuntingannya sempat menemui permasalahan karena penulisnya berniat menarik kembali karyanya karena malu.

Tidak sedikit penulis yang sempat merasa malu ketika tulisannya dipublikasikan karena biasanya mereka berbagi hasil penelitian, namun kali ini mereka berbagi tentang pengalaman berefleksinya. Namun berulang kali Romo Mintara menguatkan bahwa tulisan ini sangat bermanfaat bila dibagikan kepada publik. Hal ini kemudian dikuatkan juga oleh sambutan Rektor UNPAR Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D. bahwa buku ini akan menjadi inspirasi bagi dosen lain, bahkan bagi universitas lain agar turut melaksanakan kegiatan refleksi dan membagikannya untuk orang lain agar menginspirasi. Beliau menambahkan bahwa buku ini adalah wujud dari sesanti UNPAR Bakuning Hyang Mrih Guna Satyaya Bhakti. “Sesuatu yang kita lakukan bukan untuk diri kita sendiri,” katanya. Bagi Beliau, cerita yang dibagi ini dipercaya akan bermanfaat bagi orang lain.

Peluncuran buku pertama yang dilakukan oleh Pusat Inovasi Pembelajaran ini dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama diisi oleh Romo Mintara dan Ibu Yulia Sri Prihartini yang turut andil dalam penulisan buku ini. Sesi kedua penulis membagikan kesannya setelah pada akhirnya tulisan mereka diterbitkan. Sesi terakhir adalah testimoni sekaligus sharing pengalaman dari tiga dosen senior yang telah mengajar puluhan tahun di UNPAR, yaitu Dr. Aloysius Rusli, Dr. Hasan Mustafa, MS, dan Petrus Canisius Suroso, Drs., MSP., Lic.Rer.Reg.

Di dalam kesempatan berbaginya, Petrus Canisius Suroso menyatakan bahwa panggilan hidup menjadi dosen adalah persoalan kesadaran, bahwa seseorang sadar sedang menjadi dosen. Berkali-kali beliau menekankan bahwa mendidik itu dua arah, saling mendidik, saling memberdayakan. Beliau menceritakan bagaimana beliau selalu melakukan review kuliah oleh mahasiswa sebelum kuliah selanjutnya dimulai. Review kuliah oleh mahasiswa ini bertujuan untuk mengontrol apakah materi yang telah disampaikan dipahami oleh mahasiswa dengan benar.

Pada tanggal 8-9 Juni 2015 nanti, akan diadakan Workshop “Sang Guru Sang Peziarah” yang kedua. Pada bulan Juli 2015 Pusat Inovasi Pembelajaran bekerjasama dengan Penerbit Kanisius berencana untuk menerbitkan buku kedua sharing dari 41 dosen. Selain mengolah bagaimana pembelajaran menjadi menarik, PIP berkomitmen untuk membagikan kisah inspiratif kepada publik.

 

Informasi lebih lanjut mengenai buku (klik disini)

Catatan: Buku sudah dapat dibeli di toko-toko buku, atau memesan secara online ke gramediaonline atau kanisiusmedia, atau Perpustakaan UNPAR, atau langsung ke Pusat Inovasi Pembelajaran (pip@unpar.ac.id).  Harga Rp 55.000,- /jilid.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

May 11, 2015

X