Motivasi Pemulung Lewat Cerita, Mahasiswa UNPAR Jadi Penulis Terpilih dalam Festival Penulis

UNPAR.AC.ID, Bandung – Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali ukir prestasi membanggakan. Rahmat Syukur Waruwu mahasiswa Fakultas Filsafat (FF) UNPAR berhasil masuk jajaran penulis terpilih dalam Lomba Menulis Cerpen dan Puisi ke-4 yang diselenggarakan FestivalPenulis pada 5-28 Februari 2022 lalu.

Melalui cerita-cerita pengalaman dari para pemulung yang biasa dijumpainya di jalanan, karya Rahmat yang berjudul “Pemulung Sang Malaikatku” tersebut mampu melirik juri untuk dapat memasukkan karyanya dalam sebuah buku bersama pemenang lainnya dengan tema yang sama yaitu Cinta dan Kasih Sayang.

Rahmat mengatakan, dalam proses menulis dan menuangkan buah pemikirannya, ada tantangan tersendiri sebagai seorang penulis untuk dapat menulis dalam bingkai kisah pengalaman.

“Dengan menulis sebuah kisah pengalaman, dibutuhkan kejujuran dan sekaligus kreativitas dari saya sebagai penulis. Oleh sebab itu, daya imajinasi tidak terlalu bebas bergerak karena saya harus tetap berada dalam alur pengalaman saya,” katanya saat dikonfirmasi Jumat (20/5/2022).

Dia menuturkan jika dirinya sangat antusias dan semangat untuk mengikuti lomba Cerita Pendek (Cerpen) tersebut karena berkaitan dengan kesenangannya yaitu menulis.

“Pertama-tama saya mengikuti lomba ini karena diutus oleh wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan Fakultas Filsafat Unpar, Dr. Yohanes Slamet Purwadi, S.Ag., M.A. Setelah mengetahui bahwa perlombaannya adalah menulis cerpen, maka saya dengan semangat mengikutinya. Saya suka mengikuti lomba cerpen karena saya senang mencurahkan perasaan-perasaan saya dalam sebuah tulisan setelah menyaksikan atau mengalami peristiwa-peristiwa menarik dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Rahmat.

Menurutnya, lomba tersebut dapat menjadi wadah yang menarik bagi para pelajar Indonesia.

“Lomba ini sangat menarik minat para pelajar di Indonesia karena tema-tema yang diberikan oleh panitia penyelenggara berangkat dari pengalaman hidup sehari-hari. Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan anak bangsa, terutama anak-anak yang suka menulis,” katanya.

Setelah mencurahkan pengalamannya dalam sebuah tulisan, Rahmat berharap dapat terus memotivasi para pemulung untuk terus berjuang dan tidak hanya berserah pada nasib.

“Setiap orang punya pengalaman pahit, jatuh dan bangun. Akan tetapi semua itu hanyalah sarana bagi setiap dari kita (manusia) untuk mencapai kebahagiaan,” kata Rahmat.

Dia mengatakan jika dirinya akan terus mengembangkan kemampuannya dalam menulis baik itu dalam tingkat nasional maupun internasional. 

“Selain itu, yang lebih penting dan nilainya lebih besar adalah saya akan senantiasa memperhatikan para pemulung, yang menurut saya membutuhkan motivasi dan bantuan sekecil apapun dari saya dan kita,” katanya. (RAM-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

May 27, 2022

X