Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Muhammad Wahid Sutopo menyatakan bahwa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) akan menjadi satu mitra ideal dalam hal pengembangan pembangunan infrastruktur. PT PII merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan yang bertugas untuk memberikan penjaminan atas proyek infrastruktur pemerintah dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“UNPAR adalah sebuah perguruan tinggi yang mempunyai jejak rekam reputasi yang sangat baik, terutama di bidang teknik sipil maupun arsitektur. Saya rasa (UNPAR) merupakan satu mitra yang ideal untuk bekerja sama dengan kami yang bergerak di bidang pengembangan infrastruktur,” ujar Wahid, usai penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama dengan UNPAR , di Ruang Rapat Rektorat UNPAR, Sabtu (24/4/2021).
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNPAR dengan PT PII tersebut tentunya menyasar pengembangan bidang pendidikan, sejalan dengan konsep Kampus Merdeka yang diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan sinergi kebutuhan perguruan tinggi dan industri. Kemudian dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Penandatanganan MoU yang berjalan sesuai protokol kesehatan dalam penanganan pandemic Covid-19 dilakukan oleh Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D. dan Dirut PT PII Muhammad Wahid Sutopo disaksikan oleh Dekan Fakultas Teknik Doddi Yudianto, Ph.D., Ketua Jurusan Teknik Sipil Helmy Hermawan Tjahjanto, Ph.D., Ketua Pusat Studi Manajemen Proyek Konstruksi Dr. Eng. Mia Wimala, dan Prof. (R ), Dr.-Ing. Andreas Wibowo dari pihak UNPAR. Sementara dari PT PII, penandatanganan turut disaksikan oleh Vice President PT PII Ratna Widyaningrum, dan Vice President of Corporate Secretary and Communication PT PII Riza Prayudhia. Turut hadir dalam acara ini adalah Koordinator University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID) Prof. Yudi Azis, Ph.D., dan Sekretaris Jenderal UNIID Dr. Prita Amalia.
Wahid mengungkapkan, PT PII menyadari bahwa untuk meningkatkan kapasitas dan kajian-kajian ilmiah demi pembangunan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, diperlukan kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi, dalam hal ini termasuk UNPAR. Hasil pemikiran para pakar terkait, tentunya semakin membantu dalam mewujudkan penyediaan infrastruktur yang berkualitas, efisien, efektif, dan tepat sasaran.
“Kami menyadari untuk meningkatkan kapasitas dan kajian-kajian, (kerja sama) ini memang sangat strategis untuk kegiatan riset sebagai bentuk komunikasi kami dengan stakeholder. Kami rasa UNPAR akan dapat memperkaya apa yang sekarang sudah berjalan, baik dari aspek keilmuan maupun juga pengalaman UNPAR dalam bekerja sama dengan banyak industri,” tuturnya.
Kemitraan bersama UNPAR, lanjut dia, seyogyanya akan membawa dampak positif dalam konteks pengembangan infrastruktur Indonesia. Mengingat rekam jejak UNPAR yang sudah bekerja sama dengan banyak pihak dalam dunia industri, MoU ini diharapkan membawa manfaat bagi kedua belah pihak.
“Karena yang kami tahu, (UNPAR) sangat aktif bekerja sama dengan industri. Saya rasa ini akan memberikan warna lain yang sangat baik dalam konteks pengembangan infrastruktur. Ini tidak akan berhenti hanya dalam kajian, tetapi akan kami uji cobakan dalam pelaksanaan sesungguhnya. Kami tunggu hasil riset UNPAR, apa yang bisa sama-sama kita terapkan,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D. mengungkapkan bahwa kolaborasi bersama PT PII merupakan sebuah tantangan agar UNPAR terus melakukan transformasi yang berkelanjutan. Sebagaimana yang diamanatkan Kemendikbud dalam program Kampus Merdeka, melalui MoU ini, Rektor UNPAR berharap masing-masing pihak mampu memanfaatkan kemampuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lebih lanjutnya, dengan melibatkan mahasiswa yang akan mengimplementasikan pengetahuan dan kemampuannya.
“Selain meneruskan tradisi akademik, kolaborasi menjadi sangat signifikan, sentral. Ini yang akan terus kami gulirkan sejalan dengan bagaimana mendekatkan perguruan tinggi dengan industri atau dunia kerja sesuai dengan Kampus Merdeka,” kata Rektor.
Kolaborasi bersama PT PII ini, lanjut Rektor, diharapkan dapat terus berkesinambungan dan impactful. Rektor pun mengapresiasi inisiatif Fakultas Teknik, khususnya melalui Jurusan Teknik Sipil yang memiliki concern untuk pengembangan masing-masing bidang.
“Menjadi satu hal yang sangat penting adalah pada bidang-bidang tertentu, masing-masing pihak harus kuat jejaringnya baik melalui kolaborasi dengan BUMN atau usaha-usaha privat lainnya. Kehadiran perguruan tinggi menjadi sangat penting. Dengan penuh harapan, kolaborasi ini akan menjadi satu pekerjaan rumah bersama untuk mengembangkan infrastruktur yang meaningful. Kolaborasi harus terus berkembang karena tantangan infrastruktur di Indonesia masih sangat terbuka,” tutur Rektor. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)





