Pada Kamis (11/3/2021), Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (IATS UNPAR) mengadakan Parahyangan Engineering Career Talks (PECT) 2021 bertajuk “Softskills dan Wawasan dalam Dunia Kerja”. Acara dipandu oleh Helmy Hermawan, Ph.D. Kegiatan menghadirkan Ir. Indra K. Jusi, MBA (Direktur PT. Service Quality Centre Indonesia), Suryani Mettawana, S.T. (Project Manager Structural Design PT Davysukamta & Partners), Ir. Sugwantono Tanto (Direktur Ciputra Group), dan Ir. Augustinus Setijanto (Direktur PT. Pulauintan) sebagai pembicara.
Harapan Dunia Kerja Masa Kini
Perubahan di masa kini kian deras, cepat, dan tidak dapat diprediksi. Indra menjelaskan ada beberapa aspek yang dilihat dalam perekrutan dan mempertahankan karyawan saat ini yaitu perubahan, tuntutan terhadap inovasi, kemampuan belajar, dan adaptasi dengan lingkungan sekitar. Perusahaan sendiri perlu untuk memiliki suatu keunikan agar dapat bersaing dalam jangka waktu panjang dan menang. Keunikan ini adalah keprimaan, kesanggupan untuk belajar terus menerus, dan kesanggupan untuk selalu menghasilkan inovasi-inovasi yang baru.
Pada masa kuliah kita selalu diberikan hard skill dengan ‘tujuan akhir’ ijazah. Kenyataannya di proses interview dan bekerja tidak hanya hard skill yang dibutuhkan, melainkan soft skill seperti hobi dan problem solving. Berkaca dari pengalamannya, menurut Indra bekerja bukan hanya sekedar menyelesaikan suatu tugas yang diberikan. Jika seseorang berkompeten untuk menyelesaikan tugas sesuai bidangnya namun ia tidak memiliki soft skill yang baik seperti sikap dan perilaku, maka orang ini berpotensi untuk merusak seluruh budaya kerja yang ada di perusahaan itu.
Bidang Konstruksi di Masa Depan
Suryani yang berprofesi sebagai konsultan optimis bahwa Indonesia masih banyak membangun. Orang-orang berlomba masuk ke Indonesia untuk membangun infrastruktur sebagai investasi. Sugwantono dari sisi developer melihat bahwa bisnis properti memiliki siklus mengikuti siklus ekonomi. Semakin tinggi ekonomi, maka bisnis properti semakin besar. Bukan berarti bahwa bidang ini akan hilang, seperti banyak kantor yang kini menerapkan work from office (WFO) imbas dari pandemi. Ketika terjadi pengurangan kebutuhan di satu sisi, akan muncul kebutuhan di tempat lain.
Augustinus menjelaskan bahwa dengan kita berkuliah, logika dan cara berpikir kita dilatih. Bidang karir arsitektur dan teknik sipil tidak hanya konstruksi, seperti ahli perbankan. Pandemi secara nyata melemahkan bisnis di bidang konstruksi, namun bukan berarti tidak membutuhkan karyawan. Melalui peningkatan soft skill, seseorang dapat memiliki kelebihan dibanding dengan job seeker lainnya. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)





