Mereset Pola Pikir dan Gaya Hidup Menghadapi Perubahan Peradaban

Wabah virus Corona mungkin tidak terbukti menjadi titik kritis yang menjungkirbalikkan peradaban manusia. Akan tetapi, wabah ini menjadi peringatan bahwa manusia akan mengalami lebih banyak peristiwa yang sama di masa depan saat dunia semakin memanas. 

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merubah pola pikir dan gaya hidup di peradaban modern ini, alumni FISIP angkatan 1992 bekerjasama dengan Program Studi Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Prodi HI Unpar) menggelar webinar bertajuk “Civilization Reset and Sustainable Living Opportunities” pada Sabtu, (15/8/2020). 

Acara mengundang Pico Seno Prayitno (Entrepreneur, Pengamat Hubungan Internasional) dan Juang Solala Laiya (Aktivis, Praktisi Gaya Hidup Berkelanjutan) sebagai panelis dan Resika Tikoalu (Produser  Industri Kesenian dan Perfilman) sebagai moderator.

Perubahan Peradaban

Webinar dibuka oleh Pico Seno Prayitno yang membawakan presentasi bertajuk “Civilization Crash.” Pico menjelaskan bahwa pada dasarnya terdapat konsep dimana peradaban, sejarah dan segala perkembangannya dibentuk oleh narasi yang dibuat oleh manusia dan dipercayai oleh manusia lainnya. 

Sama halnya dengan peradaban modern saat ini, dimana segala sesuatu kegiatan, khususnya dalam sektor ekonomi, berkaitan erat dengan emosi yang secara sengaja diarahkan melalui pembangunan narasi yang disebut sebagai emotionomics. Hal ini membentuk ketergantungan manusia yang didominasi dengan kebutuhan fisik yang hanya dapat dipenuhi melalui transaksi ekonomi. 

Dengan adanya pandemi, ketergantungan tersebut semakin terasa bagi masyarakat khususnya yang berada di kelas menengah ke bawah. “Pada kenyataannya, wabah virus telah menurunkan kegiatan ekonomi secara masal dan Indonesia pun hampir memasuki resesi ekonomi, yang bahkan kini sudah termasuk ke dalam resesi teknis,” ujar Pico. 

Pico menjelaskan bahwa situasi pandemi membuat masyarakat mengevaluasi segala sesuatunya untuk kemudian membuat suatu bentuk koreksi dalam kehidupan. Pico mengajak peserta untuk mengulas kembali apakah narasi-narasi baru seputar pandemi dan keadaannya di Indonesia telah menciptakan suatu ‘reset peradaban.’ Kemungkinan terburuk seperti anjloknya acuan mata uang dunia, wacana cashless society, pengangguran massal, dan kesenjangan ekonomi semakin mungkin memutarbalikkan peradaban modern. 

Namun Pico menyatakan keadaan ini justru memberikan suatu peluang perubahan. “Menurut saya, ini merupakan peluang untuk memulai sesuatu yang baru, untuk menghadapi dalam tanda kutip mereset peradaban,” ungkap Pico. 

Pico menjelaskan berbagai konsep yang dapat diterapkan masing-masing negara untuk menghadapi perubahan seperti smart grid (peningkatan efisiensi produksi dan distribusi energi dalam negeri) dan lokalisme (memfokuskan produksi consumer goods dalam negeri untuk konsumsi lokal). Di akhir presentasi, Pico menekankan keadaan saat ini dapat secara faktual terlihat, namun penilaian jatuhnya peradaban atau tidak diserahkan kembali kepada narasi apa yang dipercayai para peserta.

Gaya Hidup Berkelanjutan

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Juang Solala Laiya yang bertajuk “Coronavirus Recession: A Crash Course in Sustainable Lifestyle.” Juang menyadari bahwa resesi, sebagai salah satu dampak dari pandemi global, merupakan diskursus yang kompleks dan memiliki berbagai dimensi seperti politik, ekonomi, dan sosial. Akan tetapi Juang ingin menjelaskan bahwa terdapat pandangan alternatif yang dapat meningkatkan ketahanan masyarkat untuk melanjutkan kehidupan dengan memanfaatkan gaya hidup yang simpel dan ramah lingkungan.

Dalam pemaparannya, Juang menjelaskan berbagai taktik alternatif praktis dalam menghadapi ancaman resesi di tengah pandemi global saat ini; gaya hidup berkelanjutan (sustainable) dan berorientasi kelestarian lingkungan; dan cara untuk meningkatkan kesadaran untuk melepaskan ketergantungan masyarakat terhadap sistem ekonomi uang serta mengajak untuk hidup lebih mandiri dan berdaya.

“Yang harus kita pikirkan pertama-tama adalah bagaimana kita memposisikan kembali diri kita ditengah dunia yang sangat termonetisasi,” ujar Juang. Dalam hal ini, Juang mengajak peserta untuk menetapkan pola pikir hidup bebas hutang dengan melakukan praktik konsumsi yang lebih bijak dengan memberikan beberapa tips. 

Juang menekankan masyarakat perlu sebisa mungkin untuk meminimalisir hutang baru dan aktivitas pembelian barang atau jasa dengan menormalisasikan ide do-it-yourself, barter, sewa, dan penggunaan kembali barang bekas dalam kehidupan sehari-hari. “Ini memang terkesan wishful thinking, tapi kita bisa kok perlahan-lahan mencapai hal itu,” jelasnya.

Selain itu Juang juga mempromosikan gaya hidup minimalis dan berorientasi self-healing. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk memulai gaya hidup minimalis adalah dengan melakukan ‘declutter’ atau menyisihkan barang berkualitas terbaik dan esensial dalam kehidupan. 

Juang juga mempromosikan gerakan grow your own food yang dapat dimulai dengan lahan kecil, dan teknik dan modal yang minim bahkan bagi kalangan masyarakat urban. Selain dapat meminimalisir pengeluaran, gerakan ini juga membantu untuk meningkatkan kesadaran kebiasaan konsumtif individu. “Kita harus bisa membantah mitos-mitos kehidupan modern yang membuat kita malas memulai perubahan,” ungkap Juang.

Webinar ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi dengan peserta. Di akhir acara, kedua panelis berharap paparan yang disampaikan dapat memperluas wawasan dan merubah cara pandang peserta dalam menghadapi situasi yang sama di masa yang akan datang dengan lebih perhatian dan bijaksana. (MGI/DAN – Divisi Publikasi)

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Aug 25, 2020

X