TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Berjualan produk tak selamanya berbicara tentang untung dan rugi semata. Ada juga sejumlah orang yang berjualan produk dengan tujuan kepedulian sosial.hak anak
Adalah tiga mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, yakni Sasha Shelomita, Yerenia Haerlin, Aliya Rizka, Yoan Tjahyono, dan Aloysius Susanto yang membuat sebuah produk tumbler (botol minum yang mudah dibawa bepergian) dengan tujuan untuk mengkampanyekan hak anak.
“Kami membuat bisnis yang termasuk dalam bisnis sosial yang dikembangkan dalam mata kuliah simulasi bisnis, nama bisnis kami adalah Andogia,” kata Sasha saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Senin (30/4/2018).
Tumbler yang dijual, lanjut Sasha, mempunyai gambar dengan cerita dan kisah yang inspiratif, sekaligus juga membantu anak untuk menyalurkan imajinasi dan kreativitas yang mereka miliki.
Gambar itu dibuat oleh anak-anak saat Andogia melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah.
“Saat proses penyuluhan ini anak-anak dan orangtua diajak untuk menggambar dengan menggunakan crayon di atas kertas sebagai desain tumbler yang akan dijual,” kata Sasha
Saat penyuluhan di PAUD Kencana itu, lanjutnya, hasil imajinasi dan kreativitas anak tidak hanya berhenti sampai dikumpulkan ke guru, tetapi juga dapat bernilai bisnis dan membantu masyarakat untuk memahami hak anak yang selama ini kerapkali diabaikan.
“Masyarakat yang membeli tumbler Andogia diharapkan ikut mendukung kampanye tentang dampak negatif dari tindakan kekerasan pada anak,” kata Sasha.
Andogia sempat beberapa kali ikut pameran untuk menjual produk tumbler mereka.
Terakhir, mereka menjualnya di Start Up Fest 2018 yang diselenggarakan di Mal Cihampelas Walk, pada 21-22 April 2018.
“Pada Start Up Fest 2018 di Cihampelas Walk, produk tumbler Andogia mendapatkan respons positif dari pengunjung yang datang. Mereka tidak hanya membeli, tetapi juga ingin terlibat dalam program keluarga ramah anak,” ujar Sasha.
Sumber: tribunjabar.id
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ichsan





