Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan sebuah acara bertajuk Make Education Save for All. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan sejumlah pihak yaitu Jaringan Mitra Perempuan Bandung, Sub Komisi Gender & Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Bandung, Jurnal Perempuan, Komnas Perempuan, Sapa Institut, dan Papyrus Photo.
Acara ini menyambut 16 hari kampanye anti kekerasan yang berbasis gender. Kegiatan yang diadakan di Arntz-Geisse Lecture Theatre, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unpar ini terbuka untuk umum. Dr. Pius Sugeng Prasetyo Dekan FISIP, turut hadir dan membuka acara yang diadakan pada Kamis (30/11) lalu.
Ada lima pembahasan yang diangkat pada kegiatan tersebut yakni Seks & Gender, Bentuk-bentuk Ketidakadilan, Bias Gender, Kekerasan dalam Pacaran, dan Relasi Pacaran yang Sehat.
Di setiap sesinya, para narasumber menyajikan materi pembahasan dengan begitu menarik. Workshop Dongeng oleh Komunitas Bengkimut mengawali rangkaian kegiatan. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai metode bagaimana memberikan cerita yang menarik dalam menyampaikan dongeng kepada anak. Willy Kurniawan dan Papyrus juga hadir dengan pameran dan diskusi foto. Hal yang paling ditunggu yaitu pemutaran Film, Talkshow, Puisi, Lagu dan Tari. Adapun, narasumber dalam acara tersebut yakni An Nissa Yovani (Mahasiswi S2 Antropologi Unpad), Indraswari (Komisioner Komnas Perempuan & Dosen FISIP Unpar), dan Anita Dhewy (PimRed Jurnal Perempuan).
Dalam kesempatan ini, pengunjung dari berbagai kalangan belajar lebih dalam mengenai permasalahan-permasalahan di sekitar lingkungan yang berhubungan dengan gender.





