Setiap tahun, Program Studi Manajemen Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan kegiatan pameran produk mahasiswa bertajuk Menefesto. Melalui kegiatan gelar bisnis dan gelar kreativitas ini, mahasiswa yang tengah mengasah kemampuan kewirausahaan mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Karenanya, Menefesto selalu diadakan di luar lingkungan kampus Unpar sehingga mendekatkan para wirausahawan muda kepada calon konsumennya.
Tahun ini, Menefesto berlangsung di Bandung Electronic Centre (BEC) selama dua hari, dari hari Sabtu hingga Minggu, 18 dan 19 November 2017. Berbagai mata acara dihadirkan untuk memeriahkan kegiatan ini, diantaranya talkshow yang menghadirkan Pidi Baiq sebagai pembicara, workshop menyulam, penampilan kabaret dari mahasiswa Manajemen, komunitas seni, serta acara puncak yang diisi oleh Tiga Pagi.
Ada beberapa hal yang berbeda dari Menefesto tahun ini, bila dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. “Pertama, dari konsep, tahun ini mengambil tema kebudayaan,” ujar Kevin Octavian Ketua Pelaksana Menefesto 2017, saat ditemui seusai upacara pembukaan Menefesto, pada Sabtu (18/11). Menefesto tahun ini mengangkat tema ‘Alkisah Tanah Sunda’.
“Tema ini diangkat, (karena) kami beranggapan bahwa budaya Sunda semakin dilupakan,” jelas Kevin. Menefesto, lanjutnya, bertujuan mengangkat kembali nuansa Sunda dalam kebudayaan masa kini. Selain dari tema, lokasi penyelenggaraan Menefesto yang setiap tahun berbeda juga memberikan tantangan tersendiri bagi panitia penyelenggara maupun mahasiswa peserta gelar bisnis.
Lokasi Menefesto sendiri terisi padat oleh berbagai tenant yang menawarkan beragam produk menarik. “Terdapat 30 tenant, yang terdiri dari 24 tenant internal dan sisanya tenant eksternal di luar Unpar,” kata Kevin. Tenant internal ini diisi oleh mahasiswa Manajemen yang sedang mengambil mata kuliah Kewirausahaan. Produk-produk yang mereka tawarkan antara lain busana harian dan khusus, berbagai rupa tas, aksesoris, perlengkapan, gawai, kosmetik, hingga makanan dan minuman. Selain mahasiswa, ada pula peserta sponsor dan stan wirausaha asal Kabupaten Bandung.
Kevin sendiri berharap agar setiap pengunjung bisa mendapatkan ilmu dari talkshow dan workshop yang dihadirkan panitia. Terlebih, ia berharap agar produk karya mahasiswa yang turut serta dalam Menefesto semakin dikenal oleh khalayak umum. “Semoga (wirausahawan) bisa melanjutkan usahanya, semakin berkembang,” pungkasnya.





