Kemajuan sains telah memberikan kemudahan bagi manusia. Salah satunya dalam bidang forensik. Melalui sains, penegak hukum mampu memecahkan kasus kriminal dengan cepat dan akurat. Meskipun hal ini butuh pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni, kita bisa belajar menjadi ‘detektif’, menggunakan kemampuan sains untuk menyelesaikan suatu persoalan, seperti yang terjadi dalam Science Fest 2017: Crime Scene Investigation (CSI).
Science Fest diselenggarakan lewat kolaborasi Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Universitas Katolik Parahyangan (FTIS Unpar), bersama dengan tiga himpunan mahasiswa yang berasal dari Program Studi Matematika, Fisika, dan Teknik Informatika. “Science Fest adalah satu-satunya program FTIS yang menggabungkan tiga jurusan sekaligus,” ujar Sandy Christopher Setiono Ketua Pelaksana Science Fest 2017.
Acara ini diselenggarakan di Kampus Unpar Ciumbuleuit, Sabtu (14/10) lalu, dan diikuti oleh lebih kurang 120 orang peserta dari SMA, khususnya wilayah Bandung dan Jabodetabek. Jumlah ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu. “Ada pengembangan dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Sandy menjelaskan bahwa konsep yang diusung sendiri serupa dengan tahun lalu, hanya saja tema serta lokasi yang berubah. “Tujuan kami untuk mengenalkan sains yang menyenangkan, khususnya kepada siswa SMA,” katanya. Selain kompetisi, para peserta juga berkesempatan mengenal lebih jauh FTIS dan berbagai program studi di dalamnya.

Sesuai dengan namanya, diajak untuk menyelidiki suatu kasus kriminal melalui analisis bukti-bukti yang yang ada dalam tempat kejadian perkara yang telah diatur sedemikian rupa oleh panitia. Dua puluh lima tim berlomba untuk memecahkan perkara tersebut. “TKP” tersebar di beberapa lokasi di Unpar. “Dekor dan suasananya memang kita sesuaikan untuk digali barang buktinya,” jelas mahasiswa Prodi Matematika ini.
Di setiap spot, lanjutnya, peserta mendapatkan soal dan melakukan praktikum sains. “Contohnya, mereka meneliti jejak kaki dan melakukan tes sampel darah,” ujarnya.
Dalam kompetisi ini, satu tim dari SMA Talenta meraih juara pertama, sedangkan dua tim dari SMA Trinitas masing-masing menjadi juara kedua dan ketiga.
Penyelenggaraan Science Fest 2017 mendapat respon dan antusiasme yang luar biasa dari para pesertanya. “Overall, mereka mengatakan bahwa acara kita baik, bahkan sangat baik,” kata Sandy. Bahkan, meski diajak menjelajahi kampus Unpar yang besar, para peserta tidak lelah dan tetap bersemangat menyelesaikan kasus.
Kompetisi ini memang berbeda dengan kompetisi-kompetisi sains lain. Science Fest diikuti tidak hanya oleh siswa dengan prestasi akademik yang baik, tapi juga siapapun yang memiliki antusiasme akan sains.
Sandy sendiri berharap agar siswa-siswi SMA semakin tertarik untuk mempelajari sains, dan juga, “Diharapkan, Science Fest bisa menjadi acara yang lebih besar lagi, lebih dinanti-nanti lagi oleh anak-anak SMA”, pungkasnya.





