Pengetahuan dan keterampilan mengenai keahlian manajerial dan kepemimpinan sangat berguna bagi seorang pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.Tentu saja, hal tersebut menjadi salah satu langkah bagi pengembangan karir pegawai. Problem solving
Pada Jumat (5/5), Biro Pengembangan Modal Insani (BPMI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menyelenggarakan kegiatan Tutorial Series bagi segenap pegawai Unpar, khususnya tenaga kependidikan. Secara berkala, melalui Unpar Employee Learning Center (UELC), BPMI setiap bulannya mengelola kegiatan Tutorial Series dengan ragam tema seputar pengembangan pegawai.
Problem Solving & Decision Making menjadi tema yang diangkat pada Tutorial Series yang kelima ini. Sebelumnya, sejumlah tema seperti Komunikasi Efektif, Team Work, Time Management, dan Service Excellence menjadi materi diskusi Tutorial Series. Kegiatan yang bertempat di Gedung Fakultas Hukum, R.2108 dihadiri oleh pegawai Unpar dari sejumlah fakultas, biro, dan unit kerja
Dalam kata sambutannya, Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan, Dr. Paulus Sukapto menyampaikan bahwa materi yang diangkat pada Tutorial Series kali ini berkaitan erat dengan salah satu dari tujuh prinsip etis dalam Spiritualitas dan Nilai Dasar Unpar (SINDU), yaitu prinsip subsidiaritas.
Prinsip subsidiaritas yang menjadi panutan bagi setiap pribadi, komunitas akademik Unpar tersebut berkaitan dengan proses berorganisasi secara internal. Unpar yang dikelola secara delegatif menjunjung tinggi sikap saling percaya di dalam hierarki manajerial. Dalam tata kelola organisasi, Unpar juga menerapkan prinsip kolegial yang menjunjung tinggi kesetaraan peran serta fungsi pribadi dan unit kerja.
“Ini adalah materi yang sangat penting sekali tentang bagaimana cara-cara yang bijak dalam mengambil keputusan”, ujarnya. Prinsip subsidiaritas yang diyakini Unpar, tambah Dr. Paulus, dalam kesehariannya dapat diterapkan pada saat mengambil keputusan secara bijaksana.
Dr. Nia Juliawati Kepala BPMI, didapuk sebagai pemateri pada Tutorial Series kali ini. Beliau menyampaikan bahwa seringkali kita dihadapkan pada sebuah masalah dimana pada saat itu kita sulit untuk mengambil keputusan. Ia menjelaskan bagaimana proses mengambil keputusan berkaitan dengan pekerjaan kita sehari-hari.
“Proses pengambilan keputusan yang nanti kita latih bisa juga kita aplikasikan untuk mengambil keputusan yang sikapnya pribadi”, ujarnya.
Ketika masalah-masalah tersebut hendak diselesaikan, tutur Dr. Nia, maka ada beragam alternatif dalam pengambilan keputusan.
“Problem solving dan decision making process sebetulnya itu menyatu. Karena tujuannya itu merupakan suatu rangkaian proses yang tidak terputus. Intinya ketika kita punya masalah, kita ingin memecahkannya”, tambahnya.
Dalam pemaparannya, beliau juga menjelaskan mengenai proses decision making dan problem solving yang terbagi ke dalam lima langkah utama, di antaranya identifikasi masalah; menetapkan tujuan; merencanakan tindakan alternatif; evaluasi; dan memilih alternatif keputusan.
“Jadi kita semua sebetulnya sudah ahli dalam mengambil keputusan. Hanya terkadang, keputusan itu belum tepat”, tutur beliau yang juga merupakan dosen Prodi Ilmu Administrasi Bisnis.
Kunci pemecahan masalah, menurutnya, adalah mencari akar permasalahannya bukan menyelesaikan gejala-gejala permasalahan tersebut.
“Karena ketika kita hanya menyelesaikan symptom-nya (gejalanya) masalah tersebut tidak akan selesai. Pastikan bahwa akar tersebut adalah masalahnya. Mencari solusinya dan masalah tersebut selesai”, jelas beliau.





