Program Wali Pohon di Kawasan Konservasi Masigit – Kareumbi

Pusat Kajian Humaniora (PKH) UNPAR mengkoordinir pendaftaran kegiatan Wali Pohon “Program Konservasi Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit – Kareumbi Koperasi Wanadri” di UNPAR.

Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi (KMK) memiliki luas 12.470,70 hektar, terletak sekitar 43 km dari kota Bandung. Keberadaan kawasan KMK sangat penting sebagai daerah hulu dan mata air dari beberapa anak sungai yang bermuara di sungai besar Cimanuk dan Citarum yang membelah kota Bandung. Terdegradasinya kawasan ini sangat berperan terhadap kejadian bencana banjir dan tanah longsor di berbagai daerah sekitar aliran sungai.

Program konservasi pada tahapan awal di kawasan ini terdiri dari dua kegiatan pokok, yaitu kegiatan pembibitan dan penanaman. Program konservasi wali pohon di kawasan KMK membuka peluang kepada masyarakat untuk berperan aktif sebagai orangtua asuh bagi pohon yang ditanam di kawasan konservasi. Kewajiban utama para orangtua asuh adalah memberikan bekal kepada pohon asuhnya senilai Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) untuk setiap batang pohon yang diadopsi. Tanaman/pohon yang ditanam di KMK antara lain adalah: Puspa, Rasamala, manglid, Salam, Sobsi, dan Surian.

Untuk selanjutnya, kawasan tersebut akan dilindungi oleh hukum sampai akhir hayatnya. Dengan pelibatan komunal dalam perawatan dan penjagaan area KMK, diharapkan mampu meningkatkan daya tahan pohon-pohon tersebut.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Feb 3, 2009

X