Seminar Generasi Z

Pusat Inovasi dan Pembelajaran (PIP) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk generasi Z pada Jumat (7/4) pagi di Operation Room Gedung 0 Rektorat. Seminar diisi oleh tiga pemateri, yakni seorang akademisi dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali, Dr. Made Herry Santoso, dosen Teknologi Informasi Unpar, Pascal Alfadian Nugroho, S.Kom., M.Comp., dan alumnus Teknologi Informasi, Eldwin Viriya.

Generation gap atau perbedaan generasi kerap ditemui oleh tenaga pengajar dengan mahasiswa pada era digital. Seminar ini mengajak hadirin untuk saling merenungi hal-hal yang sudah dan belum dilakukan dalam kegiatan perkuliahan.

Made membuka seminar dengan sebuah kutipan dari Frank Zappa, “A mind is like a parachute, it doesn’t work if it’s not open.”  Menurutnya, dosen harus mengikuti perubahan zaman dalam cara-cara perkuliahan. Adapun, tambahnya, mahasiswa harus memahami dosen yang memiliki perbedaan pandangan dan sedang mempelajari perkembangan zaman itu.

Ia menyebutkan, tantangan ekonomi global saat ini menuntut lulusan untuk memiliki transversal skills yang juga disebut sebagai 21st century skills. Keterampilan ini, lanjut Made, merupakan kompetensi nonakademik, seperti kepemimpinan, berpikir kritis, team building, dan lainnya.

“Selain itu, perkembangan teknologi, ubiquity atau perbedaan penggunaan alat pembelajaran, different generations of learners (peserta didik beda generasi), dan qualification framework (kerangka kualifikasi). Di Indonesia, ada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang terdiri dari sembilan jenjang kualifikasi lulusan,” Made menjelaskan dalam paparannya.

Dalam menanggapi sebuah pertanyaan dalam diskusi, Pascal mengungkapkan, dosen harus memberikan pertanyaan yang sifatnya deep learning dan service learning di kelas. Pertanyaan yang dilontarkan tenaga pendidik, lanjutnya, harus menggunakan konsep why (bagaimana) dan how (mengapa). Hal ini supaya mengajarkan mahasiswa untuk berpikir kritis sehingga tidak hanya sekadar membaca informasi di internet.

Eldwin menyebutkan, generasi Z sudah mengenal dan menggunakan teknologi sejak dini sehingga terbiasa dengan ketersediaan berbagai informasi dan penyajiannya yang singkat. “Efisiensi penyampaian informasi menggunakan video yang durasinya semakin pendek. Contohnya saja di YouTube, dulu, durasi video bisa lebih dari satu jam. Tapi sekarang, paling tidak hanya lima menit,” ujar Eldwin.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Apr 7, 2017

X