Unpar-ACCA, Tingkatkan Kompetensi Akuntan Melalui Sertifikasi

Sekretaris DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jawa Timur Adi Prawito mengutarakan, dikutip dari Kompas.com, jumlah akuntan di Indonesia masih minim bila dibandingkan dengan negara ASEAN, seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia. Mengacu pada data yang dihimpun Inkindo pada 2016, Adi menyebutkan, jumlah akuntan di Thailand sebanyak 56.125 orang, disusul Malaysia sejumlah 30.236 orang, sementara Singapura terhitung 27.394 akuntan. Adapun Filipina sebanyak 19.537 orang, sedangkan Indonesia hanya 15.940.

Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Gery Raphael Lusanjaya, SE.,MT mengungkapkan, ancaman kekalahan Indonesia dalam bersaing di era MEA terhadap akuntan luar negeri terlihat dari kurangnya akuntan yang tersertifikasi. Kurangnya kesadaran para akuntan, tambahnya, disebabkan oleh regulasi yang masih belum jelas aturan mainnya dan ketika sudah berada di dunia kerja, mengejar sertifikasi akuntan dianggap bukanlah prioritas utama.

“Di dunia internasional, terutama negara-negara persemakmuran, akuntan bersertifikasi adalah orang yang bertanggung jawab untuk menandatangani laporan keuangan, bukan oleh auditor,” Gery menjelaskan ketika ditemui di ruangannya di Gedung 9 Unpar.

Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah asosiasi profesi internasional mulai masuk ke Indonesia, dan salah satunya adalah the Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) yang berpusat di London, Inggris. Kualifikasi profesional dari asosiasi internasional ini umumnya diminati para profesional, akan tetapi mahasiswa di Indonesia sudah mulai mengambil kualifikasi ini sejak menjajaki bangku kuliah untuk meningkatkan daya saing.

Ia mengungkapkan, Unpar memenuhi standar fasilitas dan persyaratan penyelenggaran ujian berbasis komputer (computer-based exams) ACCA yang meliputi minimal lebar-pita (bandwidth), spesifikasi komputer, jarak antar komputer, pengawas ujian (exam invigilator), dan lainnya. Sejak September 2016, Unpar resmi menjadi pusat tes (test center) berlisensi ACCA pertama di Bandung. Pusat tes ini terbuka untuk umum sehingga mahasiswa non-Unpar yang ingin memperoleh sertifikasi dapat melakukan ujian di Unpar.

Unpar mengakomodasi ujian ACCA berbasis komputer yang merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas staf Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang didanai Kedutaan Besar Inggris melalui program Prosperity Fund pada November 2016 lalu. Diharapkan kerja sama antara Unpar-ACCA akan berlanjut menjadi pengembangan pusat pelatihan karena test center merupakan fasilitas untuk melakukan ujian yang berbasis komputer.

Mahasiswa yang menyelesaikan tiga modul awal pada Level Fundamental akan mendapat sertifikat internasional, yaitu Diploma in Accounting and Business atau disingkat Dipl.AB dari ACCA. Dengan mendapat sertifikat itu, lanjutnya, lulusan akan diakui secara internasional.

Mahasiswa Akuntansi Unpar sendiri mendapat exemptions sehingga cukup menempuh salah satu dari tiga modul awal ini untuk mendapatkan Dipl. AB tersebut karena rekam jejak Prodi Akuntansi Unpar yang dipandang baik oleh pihak ACCA. Kurikulum yang dikembangkan Prodi Akuntansi Unpar telah menghasilkan lulusan yang berkiprah di berbagai industri, baik nasional maupun multinasional, dengan kualitas yang tidak diragukan lagi oleh para stakeholders.

Level Fundamental sendiri terdiri atas sembilan modul yang merupakan dasar bagi mahasiswa untuk menjadi akuntan profesional berkualifikasi internasional dan dianjurkan untuk diselesaikan selama masa perkuliahan. Untuk mendapatkan gelar ACCA dan menjadi akuntan profesional dengan kualifikasi internasional, mahasiswa harus lulus seluruh ujian Level Fundamental, Level Profesional, dan menyertakan pengalaman kerja selama tiga tahun.

Sertifikat itu, akan sejalan bila diperlukan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Sertifikasi dapat diajukan sebagai SKPI dan diakui secara internasional. Unpar-ACCA ingin berjalan selangkah lebih maju setelah terwujudnya pengembangan pusat pelatihan ini.

Para sarjana akuntansi Indonesia harus meningkatkan kapabilitas dan kompetensi dalam bersaing pada era MEA dengan melakukan sertifikasi kualifikasi internasional. Dengan mengikuti Level Fundamental selama masa kuliah merupakan pilihan tepat sehingga mahasiswa dapat diakui menjadi akuntan profesional dan berkualitas setelah menyelesaikan masa studi mereka.

 

Sumber: Kompas – Griya Ilmu (Selasa, 4 April 2017)

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Apr 4, 2017

X