Rona bahagia dan rasa penasaran terlihat lekat di raut wajah para mahasiswa yang mengikuti program pelatihan yang menjadi bagian dari peluncuran Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Bandung pada Selasa (21/2) lalu.
Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) menjadi wadah yang ditujukan kepada pelaku bisnis rintisan (start up) di lingkungan Unpar. IBT Unpar merupakan sebuah program yang dinaungi oleh Centre of Excellence for Small Medium Enterprise Development (CoE-SMED) Unpar.
Rektor Unpar, Mangadar Situmorang yang meresmikannya bersama dengan CoFounder Pedals.id, Andrew Sinaga, dan didampingi oleh Ketua Inkubator Bisnis & Teknologi Unpar, Fiona Ekaristi Putri mengaku bangga dengan ide tersebut.
Dia menuturkan ide IBT sudah cukup lama dirintis dan pada akhirnya berhasil direalisasikan. Dia mengharapkan, dengan program ini mahasiswa dapat menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, berorientasi pada kemajuan, siap beradaptasi dan berinovasi, serta memiliki sifat kepemimpinan.
Ketua Inkubator Bisnis & Teknologi Unpar, Fiona Ekaristi Putri mengungkapkan, IBT Unpar sangat membantu start up karena membahas pemanfaatan teknologi, dan memiliki kurikulum dan program yang sudah dirancang untuk setahun ke depan bagi setiap batch (gelombang).
Melalui program ini, setiap peserta akan diberikan beberapa fasilitas a.l. pengawasan yang intensif, coaching, dan pelatihan yang diberikan oleh para dosen Unpar dan tenaga profesional.
Para peserta IBT juga diberikan akses kepada pihak yang akan menjadi jaringan bisnisnya, seperti pemerintah, swasta, dan angel investor.
Fiona mengungkapkan tanggapan positif datang dari mahasiswa yang begitu antusias mengikuti workshop dalam Peluncuran Inkubator Bisnis dan Teknologi Unpar ini. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang melebihi ekspektasi.
Dalam kesempatan itu, Fiona berharap Inkubator Bisnis dan Teknologi Unpar dapat menjadi organisasi yang bermanfaat dan berpengaruh terhadap berdirinya start up yang profesional dan berdaya saing.
Sumber: Bisnis Indonesia (Minggu, 12 Maret 2017)





