Mengawali bulan Maret, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali meluluskan mahasiswa dan mahasiswi terbaiknya. Sebanyak 1008 orang wisudawan dan wisudawati dilantik dalam Wisuda Pertama Unpar tahun akademik 2016/2017. Sidang terbuka berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, pada Sabtu (4/3) lalu, dan dihadiri pula oleh orang tua dan kawan serta kerabat wisudawan dan wisudawati.
Wisudawan dan wisudawati berasal dari Program Sarjana dan Diploma III dari enam Fakultas, serta Program Magister dan Doktor berbagai bidang ilmu dari sekolah Pascasarjana Unpar. Secara rinci, terdapat 23 orang lulusan Program Diploma III, 276 Sarjana lulusan Fakultas Ekonomi, 110 Sarjana Hukum, 215 Sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 180 Sarjana Teknik, 110 Sarjana dari Fakultas Teknologi Industri, 38 Sarjana Fakultas Teknologi Informasi dan Sains, 48 lulusan Program Magister, serta 8 orang lulusan Program Doktor. Sidang Terbuka Wisuda dibuka oleh penampilan Lingkung Seni Tradisional. Penampilan Upacara Adat yang berbalut nuansa tradisi ini juga menyambut masuknya Senat Universitas, beserta pimpinan Persatuan Mahasiswa Unpar.
Dalam sambutannya, Rektor Unpar, Mangadar Situmorang Ph.D., mengungkapkan bahwa peristiwa Wisuda merupakan sesuatu yang membanggakan. Wisuda juga menjadi bukti pertanggungjawaban publik bagi masyarakat, atas misi dan tujuan yang telah Unpar emban selama 62 tahun. “Unpar berikhtiar mendidik generasi muda bangsa ini agar menjadi insan yang mandiri, yang dewasa, yang bisa berkontribusi bagi pengembangan diri, perkembangan keluarga, kemajuan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, ia juga berpesan agar setiap wisudawan dan wisudawati membangun citra dan reputasi universitas lewat karyanya dalam masyarakat. Dirinya juga berharap bahwa setiap lulusan Unpar mampu menjadi pelopor dalam menjaga toleransi dan semangat kebersamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Hal ini diharapkan menjadi cerminan dari setiap lulusan Unpar, bukan hanya sebagai seorang yang memiliki ilmu, namun juga memiliki kualitas hubungan sosial yang humanum.
Bapak Boedi Siswanto Basuki, mewakili Pengurus Yayasan Unpar, mengungkapkan adanya perubahan dalam permintaan pasar akan lulusan perguruan tinggi. Kini, berbagai perubahan yang terjadi didorong oleh penggunaan teknologi yang semakin maju. Lulusan fakultas dan program studi yang memiliki keterkaitan dengan teknologi semakin dicari pasar. Oleh karenanya, Unpar perlu meningkatkan kualitas lulusannya, terutama dalam bidang ilmu yang berkaitan dengan teknologi.
Perwakilan wisudawan, Maria Claudia Adisti Putri, berharap setiap wisudawan untuk mengingat momen ini sebagai bagian dari perubahan besar dalam hidup mereka, dari mahasiswa menjadi seorang sarjana. Ia juga mengingatkan, bahwa setiap wisudawan dan wisudawati akan menjadi alumni yang merepresentasikan Unpar dalam masyarakat, dan setiap orang diharapkan untuk tidak melupakan ilmu dan pengalaman yang didapatkan di Unpar selama masa kuliah.
Tidak hanya sambutan pamit, wisudawan dan wisudawati yang merupakan anggota Paduan Suara Mahasiswa Unpar juga menunjukkan rasa syukur dan ucapan pamit dalam lagu “Mohon Diri”. Sebelumnya, mereka juga mempersembahkan lagu “Doa Seorang Anak” dan “This is The Moment”, khususnya bagi orang tua wisudawan dan wisudawati.
Mewakili kepengurusan Ikatan Alumni (IKA) Unpar, Ir. Kweek Beng Tie, Sekretaris Jenderal IKA Unpar, menyampaikan rasa bangga dalam menyambut para wisudawan yang kini menjadi alumni Unpar. Ia menegaskan bahwa setiap wisudawan kini telah melepaskan status mereka selaku mahasiswa, dan kembali menjadi warga masyarakat biasa, yang siap menyambut dunia. Oleh karena itu, ia menghimbau agar semua alumnus, khususnya yang baru bergabung dalam IKA Unpar, untuk tidak melupakan sesanti Unpar, Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bakti.





