Pemuda Berkembang, Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Parahyangan Model United Nations

Pemuda adalah masa depan bangsa. Dengan munculnya berbagai perubahan terkait fenomena pembangunan global, pemuda dituntut untuk menjadi lebih kritis dan mampu menghadapi perubahan. Munculnya Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi penentu babak baru dalam pembangunan dunia, dengan mengedepankan konsep sustainability, atau keberlanjutan.

Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengangkat fenomena kemunculan pembangunan berkelanjutan, dalam kegiatan Parahyangan Model United Nations (PMUN) 2017, yang bertemakan “Fostering Youth Empowerment to Achieve Sustainable Development Goals”. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai hari Kamis (2/3), hingga Sabtu (4/3). Kegiatan PMUN dilaksanakan di Mgr. Geisse Lecture Theatre, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpar, serta di Grand Tjokro Hotel, Bandung.

PMUN sendiri adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh International Relations English Club (IREC), sebuah organisasi internal dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HMPSIHI) Unpar, dengan mengikutsertakan peserta dari SMA dari seluruh Indonesia. PMUN diadakan sebagai sarana belajar bagi siswa-siswi SMA untuk mengenal dunia diplomasi dan hubungan internasional, serta memperkenalkan Program Studi HI kepada masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

Tahun ini, PMUN diikuti oleh 22 kelompok delegasi, yang berasal dari berbagai SMA di Indonesia, termasuk beberapa sekolah yang baru pertama kali mengikuti kegiatan ini. Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai ilmu dan pengetahuan terkait dengan kegiatan diplomasi dan hubungan internasional, seperti table manner dan sidang Model United Nations (MUN). Selain itu, panitia mengundang pula Non-Governmental Organization (NGO) yang memiliki pengalaman dalam implementasi SDGs, sehingga peserta mampu memahami isu yang diangkat secara utuh.

Isabella Revina, Secretary General PMUN 2017, mengungkapkan bahwa tema ini diangkat karena tema SDGs sedang marak dibahas dalam dunia internasional. “Kita melihat youth improvement sebagai sesuatu yang menarik. Berhubung pesertanya anggota pemuda sendiri, mereka juga mencari solusi dari masalah-masalah yang teman-teman mereka alami di negara lain,” tuturnya.

Menurutnya, PMUN tahun ini berbeda dibandingkan PMUN sebelumnya. Salah satunya adalah diangkatnya kembali isu low politics, yaitu Youth Development dan SDGs, sebagai tema besar dalam PMUN. Selain itu, kali ini, pembagian aliansi dalam sidang didasarkan pada pembagian negara secara regional, sehingga masalah dan langkah penanganan bervariasi.

Bella berharap, PMUN 2017 bisa membuka pikiran peserta akan fenomena kontemporer global. “Kita sebagai anak muda sudah seharusnya melek tentang apa yang terjadi di dunia. There’s a lot of things happening in the world, and you can really take part in it,” ujarnya. Ia berharap, PMUN 2017 akan menjadi inspirasi bagi anak muda.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Mar 3, 2017

X