Saat ini, gerakan pemberdayaan menjadi sebuah tren gaya hidup yang banyak dilakukan oleh berbagai kalangan, baik lembaga maupun individu profesional.
Model pemberdayaan yang diterapkan memang bisa berbeda-beda, tetapi tujuannya sama, yakni untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan terdekatnya. Hal itulah yang mendorong Dharma Lesmono untuk aktif dalam kegiatan sosial, yakni mengajar mata pelajaran matematika kepada ibu-ibu di sela-sela kesibukannya sebagai dosen di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).
Kegiatan sosial mengajar ilmu hitung ini tidak lepas dari mata kuliah yang biasa diajarkan Dharma kepada mahasiswanya. Berkecimpung di dunia akademis sejak 1994, Dharma banyak menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mengajar mata kuliah Matematika Ekonomi, Statistika Bisnis, dan Proses Stokastik. 22 tahun fokus mengajar membuatnya semakin matang dan merasa perlu melayani sesama.
Pria kelahiran 45 tahun silam ini mengaku awalnya mendapatkan peluang untuk mengabdi kepada masyarakat melalui Program Studi Matematika Unpar. Waktu itu, pengelola program studi ini mengadakan kegiatan belajar matematika yang ditujukan kepada ibuibu di sekitar lingkungan Unpar, melalui Komunitas Ibu Belajar Matematika (IBM) yang dibentuk pada 2012. “Tujuannya membantu para ibu siswa sekolah dasar agar mereka dapat berperan lebih baik mendampingi putraputrinya belajar matematika di rumah,” ujarnya. Pria asal Semarang ini mengungkapkan kegiatannya berupa tutorial dengan frekuensi dua kali per minggu.
Melalui kegiatan itu, para ibu dapat menyegarkan kembali kemampuan matematika mereka sehingga lebih siap saat membantu putra-putrinya ketika belajar matematika di rumah. Kegiatan itu tidak hanya dilakukannya sendiri, tetapi melibatkan para dosen dan mahasiswa Program Studi Matematika Unpar. Mereka juga terlibat dalam proses mengajar di lima sekolah mitra di sekitar kampus Unpar, yakni Sekolah Dasar Negeri Ciumbuleuit I, SDN Ciumbuleuit III, SDN Ciumbuleuit IV, SDN Bandung Baru I, dan SDN Bandung Baru II. Umumnya, peserta komunitas IBM merupakan ibu dari siswa SDN mitra.
“Saya sendiri lebih bersyukur dan menghargai dengan dapat terlibat di IBM ini. Saya lebih beruntung bisa memberikan kesempatan itu , dan mengapresiasi ibu-ibu yang mau belajar,” ujarnya.
KREATIVITAS
Dunia mengajar memang sudah mendarah daging bagi Dharma. Namun, bukan berarti kematangannya di dunia ini membuatnya merasa cukup. Justru, hal yang paling penting adalah upaya mengembangkan kreativitas dalam mengajar. Salah satu cara untuk menambah wawasan adalah membaca surat kabar. Informasi yang dikabarkan utamanya yang terkait dengan ekonomi dan matematika digunakannya untuk mengembangkan materi pelajaran.
“Informasi dari Koran itu bisa dikaitkan dengan teori yang diajarkan di kelas. Bisa dijadikan contoh implementasi teori dalam praktiknya di kehidupan nyata, atau bisa juga dijadikan semacam studi kasus dari informasi yang dilaporkan di media massa.” Pria yang memiliki pembawaan tenang ini percaya dengan cara mengangkat contoh-contoh nyata di kelas, mahasiswa dapat lebih menangkap aplikasi ilmu matematika dalam kehidupan seharihari.
Ayah dari dua orang anak ini mengaku profesi dosen adalah panggilan jiwa. Oleh karena itu, dirinya memegang kuat spiritualitas, dan nilai-nilai dasar akademik dalam mengajar, dalam upaya pengabdiannya kepada masyarakat. “Dosen itu memberi sesuatu kepada mahasiswa.
Namun, tidak merasa ada yang hilang, justru bisa tambah pintar dengan belajar dari mahasiswa,” ungkapnya. Tidak hanya mengajar, Dharma juga dipercaya menjabat beberapa posisi strategis di antaranya Wakil Rektor Unpar, Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Sains, Wakil Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sejak September 2015, dia juga mengemban amanat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Matematika Unpar hingga 2018. Dengan perannya sebagai Kaprodi Matematika, dia berkeinginan untuk semakin mengembangkan Prodi Matematika agar lebih maju dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dia menargetkan pada tahun depan dapat mempertahankan akreditasi, membangun komunitas dosen yang kuat, dan mengevaluasi yang telah dijalankan, sekaligus mendorong pelayanan. Baginya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan salah satunya menjajaki kerja sama dengan industri dan terkait aktuaris. Ada juga keinginan untuk mengembangkan multimedia dan merintis program S2 di Unpar. Target yang ditetapkan diiringi dengan kerja keras dan semangat yang tinggi.
“Prinsip dalam bekerja, harus jujur apalagi ilmu pasti. Harus seperti itu, kaidah ilmu pengetahuan harus objektif, harus menghargai karya orang lain dan tidak plagiat,” tegas Dharma. Begitu banyak tantangan yang dihadapi Dharma dalam mencapai kemajuan. Namun, di tengah kesibukannya tidak lantas dia melupakan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Dia mengaku banyak menghabiskan waktu bersama keluarga saat hari libur.
“Family time itu penting untuk istri dan anak. Di luar itu, sebagai dosen targetnya ingin jadi guru besar. Sudah dijalani saja. Prinsipnya jika sudah Tuhan berkehendak. Kemudian, saya ingin terus berkontribusi mengembangkan prodi di Unpar,” pungkasnya.
Sumber: Bisnis Indonesia (Minggu, 27 November 2016)





