SMA Bikin Film?

SMA Bikin Film?

SINESOFEST adalah acara festival film pertama yang diadakan oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (FF Unpar) Bandung. Sinesofest terinspirasi dari kata Sinesofia (Sine = Cinema, sinema; Sophia = kebijaksanaan). Sinesofia merupakan sebuah komunitas film di FF Unpar sebagai wadah untuk berdiskusi, khususnya diskusi maupun diskursus film. Karena itu, semangat festival ini untuk mencari kebijaksanaan melalui media film/sinema.

Secara umum tema Sinesofest kali ini adalah “Mirrorless”. Penyelenggara mengambil tema ini karena film seharusnya menjadi “cermin atau citra” yang memungkinkan manusia untuk masuk dan mengalami akan adanya realitas. Selain itu, film sebagai cermin sesungguhnya memperlihatkan apa yang terjadi di dalam masyarakat kita sekarang atau dalam kata lain sebagai identitas. Contoh film yang sebenarnya tidak mencerminkan identitas bangsa ini, seperti sinetron yang berisi tentang perebutan kekuasaan, harta dan warisan, bahkan film-film horor yang berisi hantu-hantuan seksi, dan lain sebagainya.

Reynaldo, selaku Ketua Panitia Sinesofest mengatakan bahwa masyarakat Indonesia seperti dibiarkan untuk tetap berada di dalam fantasi sehingga penonton tidak mendapat tontonan yang layak. “Kita seakan-akan kehilangan cermin bangsa ini. Tanpa film yang sehat kita nampaknya tidak dapat bercermin sekadar untuk bersolek saja”, pungkasnya.

Pihak penyelenggara festival secara khusus menyasar para siswa/i SMA karena dirasa perlu untuk menyediakan wadah untuk berkreasi dalam media film. Hal tersebut yang membawa tema khusus acara ini yaitu “SMA Bikin Film?”

“Harapanku diadakannya sinesofest ini ya pertama-tama banget sih, orang-orang luar lebih kenal sama FF Unpar. Terus, harapan lebih lanjutnya, mudah-mudahan nantinya para peserta khususnya, lebih bijak lagi dalam menilai sebuah film”, ungkap mahasiswa FF yang akrab disapa Aldo, ketika diwawancarai Tim Publikasi Unpar.

Dalam Sinesofest terdapat dua rangkaian acara yakni pre-event dan event. Pre-event sendiri diadakan pada Sabtu (26/11) lalu di Fakultas Filsafat Unpar. Ray Arief John Nayoan (Juri LA Indie Movie) turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut. Adapun rangkaian pre-event terdiri dari pemutaran film, workshop, dan diskusi. Sementara acara puncak akan dilaksanakan pada 7 – 8 April 2017 yang memuat agenda pemutaran film, workshop, dan pengumuman pemenang. Tentu saja film yang diputar saat main event merupakan film-film yang sebelumnya sudah lolos seleksi.

Diharapkan Sinesofest menjadi wadah yang tepat untuk para pecinta film, terutama film pendek, untuk menuangkan karya-karyanya.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Nov 28, 2016

X