ACUCA Biennial Conference & 21st General Assembly

ACUCA Biennial Conference & 21st General Assembly

Setelah berhasil menyelenggarakan ACUCA (Association of Christian Universities and Colleges in Asia) Student Camp, selama kurang lebih satu minggu lamanya, pada 22-26 Agustus 2016 lalu di Ciwidey, Jawa Barat, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menggelar event dwi tahunan ACUCA, The 2016 Biennial Conference and the 21st General Assembly di Bali, Indonesia.

Seperti dilansir Bali Post (17/10), pada konferensi ACUCA kali ini, Universitas Dhyana Pura (Undhira) dipercaya menjadi tuan rumah (co-host) bekerja sama dengan Presidium ACUCA periode 2014-2016 yaitu Unpar. Tema yang diambil dalam pertemuan kali ini adalah “Local Spiritualities and Everydayness: Promoting Religious Conversation in Christian Higher Education”.

Dalam kata sambutannya, Rektor Undhira, Dr. dr. Made Nyandra, Sp.K.J., M.Repro., FIAS., juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi semua peserta serta dapat menjadi sarana membangun jejaring dan kerjasama antarperguruan tinggi secara internasional.

Sebanyak 72 delegasi dari 35 perguruan tinggi di 10 negara mengikuti konferensi tersebut yang berlangsung dari Kamis-Minggu, 13-16 Oktober di kampus Undhira. Negara-negara yang terwakili dalam Biennial Conference ACUCA tahun ini yakni Filipina, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Taiwan, Thailand, Indonesia serta Amerika Serikat dan Australia.

Dalam rangkaian kegiatan konferensi tersebut, dua pembicara utama yaitu Fr. Prof. Dr. Peter C. Phan dari Georgetown University, Amerika Serikat dan Prof. Dr. Bernard Adeney-Risakotta dari Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), Universitas Gadjah Mada, mengajak para pimpinan perguruan tinggi yang hadir untuk lebih mengenal nilai-nilai spiritualitas lokal, dialog antarumat beragama, dan pengembangan karakter yang di dalamnya juga termasuk nilai keimanan serta nilai budaya masyarakat dimana masing-masing perguruan tinggi berkiprah.

Pada hari ke-2, selain keynote speech yang diberikan oleh dua pembicara sebelumnya, diadakan pula parallel session— yang dalam kesempatan tersebut terdapat 11 call-paper yang dipresentasikan oleh sejumlah peserta anggota ACUCA dengan beragam topik terkait tema besar konferensi. Selain itu, di hari ke-3, digelar General Assembly ACUCA yang merupakan acara puncak konferensi.

Mangadar Situmorang Ph.D., Rektor Unpar, yang secara ex-officio menjabat sebagai Presiden ACUCA (2015-2016), mengungkapkan bahwa memegang kepercayaan dan tanggung jawab sebagai Presiden ACUCA (2015-2016) telah menjadi sebuah kehormatan besar dan kesempatan yang luar biasa untuk Unpar dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekretariat ACUCA periode 2014-2016. Atas nama Unpar, beliau menyampaikan terima kasih kepada mantan Rektor Unpar, Prof. Robertus W. Triweko, yang telah melakukan upaya-upaya untuk memimpin ACUCA sampai ke tingkat ini. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari anggota Executive Committee ACUCA dan seluruh staf Sekretariat ACUCA Unpar selama periode tersebut.

Konferensi ACUCA dwi tahunan ini juga menandakan berakhirnya periode kepengurusan Unpar sebagai Sekretariat ACUCA selama dua tahun terakhir. Acara tersebut ditutup dengan agenda serah terima jabatan sekretariat ACUCA secara presidium, dari Unpar kepada Payap University, Thailand, sebagai sekretariat baru ACUCA untuk periode 2016-2018.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Oct 25, 2016

X