Young Leaders for Indonesia (YLI) foundation kembali membuka program YLI Regional gelombang ke-4. Program yang diadakan oleh PT. McKinsey Indonesia ini merupakan program pembangunan kepemimpinan yang dilakukan secara intensif yang didasari pada nilai kepemimpinan yang dimiliki perusahaan tersebut dalam melayani pengguna layanannya. Program ini ditujukan untuk membantu anak muda berbakat Indonesia serta mempersiapkan mereka menjadi pemimpin bangsa masa depan.
Diadakan sejak 2008 silam, YLI menargetkan mahasiswa/i cemerlang yang berada di tahun ketiga dan keempat bangku kuliah pada universitas-universitas ternama dalam negeri. YLI mengadakan forum-forum interaktif serta praktik kerja lapangan bagi para pesertanya untuk dapat menerapkan ilmu-ilmunya pada bidang kerja yang sesuai di perusahaan-perusahaan yang menjadi mitranya dalam jangka waktu bulan Oktober 2016 – Maret 2017.
Beberapa praktisi yang kompeten di bidangnya masing-masing dihadirkan sebagai pembicara maupun mentor bagi para peserta selama ini. Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika RI), Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Erry Riyana Hardjapamekas (Chairman Jakarta MRT) hanyalah beberapa nama dari mereka yang pernah dihadirkan. Keterlibatan para praktisi tersebut di dalam kegiatan ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para pesertanya karena dapat memperluas jaringan profesionalnya.
Salah satu yang beruntung dapat mengikuti YLI Regional Program adalah Made Indriani Kenanga Ayu (Made), alumnus Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) angkatan 2012. Ia menjadi peserta YLI Regional Program gelombang ke-3 pada Oktober 2015-Maret 2016. Made kemudian membuat sebuah proyek sederhana yang berkaitan dengan dunia pendidikan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh YLI, yakni personal project. Proyek yang ia buat bertujuan untuk membantu murid sekolah dasar yang duduk di bangku kelas 3 agar dapat memahami dengan lebih baik mengenai isu-isu atau permasalahan lingkungan yang ada di sekitarnya, serta mengetahui pentingnya untuk mendaur ulang sampah yang tidak dapat terdegradasi.
Made dengan bantuan beberapa temannya membuat buku dongeng berjudul “Kabayan dan Raja Air Cigending” sebagai salah satu media pembelajaran yang dilengkapi dengan sesi story telling. Sesi ini dilakukan di dua sekolah yang ada di Bandung disertai dengan tantangan yang diberikan kepada para murid untuk dapat membuat suatu karya kreatif dari bahan-bahan yang tidak dapat tergradasi seperti plastik, kaleng, dan kaca.
Proyek sederhana yang diinisiasi tersebut mendapat perhatian dari beberapa pemerhati dunia pendidikan anak-anak seperti Seto Mulyadi (psikolog anak), Dra. Riana Sihombing (pakar ilustrasi anak), serta Aryo Moedanton (CEO dan Founder anakmuda.net). Proyeknya ini mendapat gelar “The Most Favorite Personal Leadership Project” dari YLI. Buku hasil karyanya bersama teman-temannya itu juga menjadi salah satu hadiah dalam final Mojang Jajaka Alit Kota Bandung 2016 serta menjadi salah satu bagian dalam hampers yang dijual untuk penggalangan dana bagi biarawati di Tsum Valley, Nepal.
Made mengutarakan pengalamannya mengikuti YLI Regional Program memberikan manfaat yang banyak. Kesempatan untuk menambah relasi profesional menjadi salah satu hal yang sangat disyukuri olehnya. YLI juga menjadi sarana untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, karena disini para peserta tidak hanya mendapat pengajaran berupa teori saja, namun secara praktik juga memberi dampak pada jiwa kepemimpinan. Peserta dilatih untuk dapat beradaptasi dengan orang-orang baru dan memimpin suatu tim. Selain itu, kemampuan komunikasi secara efektif juga didapatkan oleh Made karena hal itu sangat dibutuhkan dalam menjalin relasi profesional maupun bekerja di dalam sebuah tim.
Made menambahkan, dengan menjadi peserta YLI pandangannya selama ini bahwa ketika lulus harus bekerja di perusahaan-perusahaan ternama menjadi berubah. “Yang penting bukan seberapa besar atau seberapa terkenal perusahaan tersebut, tapi bagaimana kita dapat memberikan impact pada perusahaan itu”, ungkap Made. YLI juga menjadi tempatnya belajar untuk mengerjakan proyek-ptroyek yang diberikan oleh client seperti membuat laporan, membuat perencanaan, dan lain-lain. Disini juga dilatih bagaimana kita dapat memberikan masukan (feedback) secara baik dan benar tanpa memberi kesan menyudutkan. Pemberian masukan menjadi salah satu hal terpenting dalam hubungan pekerjaan. Pada intinya, YLI memberikan bekal yang sangat bermanfaat untuk mempersiapkan para mahasiswa yang terpilih menjadi pesertanya menghadapi dunia kerja pasca lulus dari perguruan tinggi.
Untuk para mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman yang sama dengan Made, kalian dapat mengikuti seleksi YLI Regional Program gelombang 4 dengan mengisi formulir secara online di website resmi YLI.





