Memasuki dunia perkuliahan memberikan tantangan baru tersendiri bagi setiap mahasiswa baru. Lingkungan perkuliahan yang berbeda dengan sekolah menengah membuat mereka harus dapat beradaptasi dengan cepat dan menentukan pilihan.
Beberapa hal baru yang harus dihadapi saat memasuki dunia perkuliahan adalah adanya sistem yang berbeda, baik dari segi tugas, penilaian, maupun penetapan mata pelajaran/mata kuliah.
Selain itu, sebaiknya mahasiswa dapat mencoba ikut serta secara aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Melalui kegiatan kemahasiswaan, mahasiswa dapat lebih mengenal lingkungan sekitarnya dan dapat belajar untuk beradaptasi lebih cepat.
Kehadiran berbagai kegiatan/wadah pendukung bagi kegiatan mahasiswa di dalam kampus merupakan hal yang wajib difasilitasi oleh setiap perguruan tinggi. Hal ini umumnya ditujukan untuk memberikan keseimbangan bagi para mahasiswa itu sendiri sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi pengajaran di dalam kelas yang berguna bagi dirinya sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari, tetapi juga dapat mengembangkan potensi diri di bidang-bidang lainnya. Baik melalui Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM), Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi himpunan mahasiswa program studi, maupun komunitas-komunitas.
Unpar dan Kegiatan Kemahasiswaan
Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sebagai salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia telah sejak lama menyadari pentingnya hal tersebut dan mendorong hadirnya kegiatan-kegiatan mahasiswa di dalam kampus yang menyeimbangkan proses belajar mengajar di dalam kelas. Selain bermanfaat bagi pengembangan diri pribadi para mahasiswa, hadirnya wadah-wadah bagi mahasiswa tersebut mendukung capaian prestasi yang pada umumnya di bidang non-akademik.
Hadirnya LKM Unpar sebagai badan eksekutif memberikan kesempatan bagi mahasiswa dalam berorganisasi di tingkat universitas. Tidak hanya dituntut untuk melayani kebutuhan mahasiswa, lembaga ini juga mendorong mahasiswa yang tergabung di dalamnya untuk dapat menghasilkan beragam program kerja yang disesuaikan dengan fenomena terkini di lingkungan mahasiswa.
Di sisi lain, fungsi yudikatif dan legislatif mahasiswa dijalankan oleh MPM Unpar. Para mahasiswa yang tergabung di dalamnya dituntut untuk dapat mewakili suara mahasiswa, melakukan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, serta membuat produk kebijakan. Adapun kegiatan kemahasiswaan di level program studi diwakilkan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang memiliki program berbeda-beda sesuai bidang ilmunya masing-masing.
Beragam UKM juga dihadirkan untuk mendukung kegiatan mahasiswa di berbagai bidang, baik seni, olahraga, maupun keilmuan. Sebut saja Paduan Suara Mahasiswa Unpar (PSM Unpar) dan Lingkungan Seni Tari Tradisional Unpar (LISTRA) yang selama ini telah banyak diketahui masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri. UKM yang menjadi “langganan” titel juara di berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Selain itu, ada Mahasiswa Parahyangan Pecinta Alam (Mahitala) yang saat ini tengah melakukan ekspedisi 7 (tujuh) puncak dunia melalui kelompok Wissemu (Women of Indonesia Seven Summit of Mahitala Unpar). Tidak hanya itu, masih ada UKM lainnya seperti Media Parahyangan dan Unpar Radio Station (URS) di bidang media, Parahyangan English Debate Society (PEDS), Kendo, Bulu Tangkis, serta masih banyak lainnya.
Beberapa komunitas juga ada di Unpar seperti Dermaga Sastra dan Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) chapter Unpar. Dermaga Sastra menjadi wadah bagi mahasiswa Unpar yang memiliki ketertarikan lebih di bidang sastra, khususnya puisi. Sementara itu, FPCI Unpar merupakan komunitas di bawah FPCI, yang menyediakan wadah bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam politik luar negeri dan hubungan internasional.
Selain melalui kegiatan yang bersifat keorganisasian, mahasiswa juga dapat turut serta aktif dalam kegiatan lainnya seperti mewakili Unpar melalui program “Be Unpar’s Delegation” (BUD), sebuah program yang dibentuk oleh Kantor Internasional dan Kerjasama Unpar untuk mewadahi mahasiswa yang ingin menjadi wakil Unpar di berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Dengan beragam kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengisi waktu luangnya disamping kegiatan perkuliahan dengan hal-hal positif yang bisa saja berujung pada prestasi. Hal ini ditujukan agar mahasiswa dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan nonproduktif yang bersifat negatif.[*]
Sumber: Kompas – Griya Ilmu (Selasa, 2 Agustus 2016)





